Monday, February 7, 2011

Sejarah PALESTINA sebelum ISLAM (1)

Pendahuluan :

Palestina telah ditakdirkan oleh Allah SAW untuk menjadi tempat para Nabi dan Rasul yang membawa bendera monoteisme dan mengajak masyarakatnya untuk patuh kepada ajaran tersebut.

Dalam sejarah kunonya, Palestina telah menyaksikan berbagai model kepemimpinan dan kekuasaan oleh para Nabi dan penguasa lainnya. Mereka harus menghadapi banyak peperangan sengit untuk menegakkan bendera kebenaran di atas tanah yang berkah ini.

Sebelum menyelam lebih jauh secara mendetil, kita wajib menandaskan fakta yang signifikan bahwa umat Islam meyakini semua Nabi dan menganggap bahwa seluruh warisan mereka juga merupakan milik umat ini. Sebagaimana mereka juga meyakini bahwa ajaran Islam adalah ekstensi atau perpanjangan dari ajaran-ajaran para Nabi terdahulu sebelum datangnya Islam. Ajaran para nabi secara keseluruhan adalah ajaran yang juga diserukan oleh Muhammad SAW. Selanjutnya khazanah pengalaman yang dilalui oleh seluruh nabi dalam dakwah untuk menegakkan kebenaran dan ibadah kepada Allah SWT tidaklah terpisah atau berbeda dari dakwah dan pengalaman-pengalaman umat Islam. Lihat ayat di bawah ini dari surat XVI :36 :

Artinya :

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan); “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Taghut) itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya). Maka berjalanlah kamu di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul).” (An Nahl : 36)

Ini merupakan ajaran ke-Esaan yang diemban oleh setiap rasul. Ketika masyarakat tertentu menolak rasul mereka, ini berarti mereka telah menolak seluruh nabi. Renungkan apa yang Allah firmankan di dalam Al Qur’an : (S.XXVI : 105)

Artinya :

“Kamu Nuh telah mendustakan para rasul.” (Asy Syu’ara : 105).

Allah berfirman : (S.XXVI : 123)

Artinya :

Kaum Aad telah mendustakan para rasul.

(Asy Syuara : 123)

Firman Allah : (S.XXVI :141)

Artinya : Kaum Samud telah mendustakan rasul-rasul.

(Asy Syuara : 141)


Firman Allah : (S.XXVI : 160),

Artinya : “Kaum Luth telah mendustakan rasul-rasul.” (Asy Syu’ara : 160)

Firman Allah : (S.XXVI : 176)

Artinya : “Penduduk Aikah telah mendustakan rasul-rasul.”

Dalam menghadapi klaim-klaim Yahudi kontemporer akan hak mereka di Palestina, banyak para sejarawan hanya terpaku sibuk dengan ilmu-ilmu arkeologi dan menyebutkan berbagai bangsa yang mendiami wilayah ini, memerintah, melewati dan berapa masa kekuasan masing-masing dari mereka di sana yang pada akhirnya hanya sampai pada kesimpulan bahwa masa di mana Yahudi berkuasa di sana sepanjang sejarah sangat singkat sekali dan terbatas pada wilayah-wilayah tertentu saja dibandingkan dengan bangsa Arab dan muslim.

Namun aspek ini sangatlah substansial untuk membantah klaim-klaim Yahudi dari aspek-aspek historis dan rasionalitas yang logis. Namun banyak para penulis dan ahli sejarah yang kelihatannya telah melakukan dua kesalahan besar di bawah ini :

1. Menisbahkan warisan para nabi yang telah diutus oleh Allah SWT kepada Bani Yahudi atau memimpin mereka sebagai suatau warisan yang khusus diberikan kepada mereka. Dan ini adalah hal yang benar-benar diinginkan oleh mereka!!

2. Menjelekkan biografi beberapa para nabi yang diutus kepada Bani Israel dengan menggunakan argumentasi yang berdasarkan kepada kitab Taurat yang diselewengkan. Ketika mereka menggunakan rasionalisasi ini, mereka bermaksud untuk menunjukkan “prilaku yang memalukan” keturunan Israel dan pemimpin mereka ketika menduduki Palestina. Ini dengan tujuan mendegradasikan makna negara dan untuk menjelaskan kemerosotan tingkat peradabadan mereka. Para pengikut mazhab ini menggunakan argumentasi yang berdasarkan pada Israiliyyaat yang menuduh para nabi melakukan tipudaya, kebohongan, perzinaan dan pemerkosaan hak-hak serta pembunuhan orang-orang yang tak berdosa dalam upaya untuk membuktikan kekejaman, makar, kehinaan bangsa Yahudi dan untuk mendistorsi imej kekuasaan dan pemerintahan mereka pada waktu itu.

Al Qur’an telah cukup melengkapi kita dengan berbagai cara untuk mengidentifikasi tindak tanduk bangsa Yahudi dan mengingatkan kita akan kerusakan (debauchery) dan immoralitas mereka. Para nabi dan para pengikut mereka yang lurus adalah persoalan lain. Nabi-nabi adalah manusia terbaik. Mereka hendaknya untuk tidak didiskreditkan. Kita tidak boleh terpikat pada cerita-cerita Bani Israel yang tidak saja mejelekkan para nabi bahkan mereka juga menjelekkan Tuhan.

Sebagai contoh, Kitab Taurat dan Talmud yang telah dirubah (diselewengkan) mengatakan bahwa Tuhan (Yang Maha Tinggi, Mulia dan Agung) bermain dengan ikan paus dan ikan yang lain selama tiga jam tiap hari. Mereka juga mengatakan bahwa Dia menangis oleh karena pembumihangusan al haikal (rumah ibadah mereka seperti layaknya Sinagog) yang berakibat susutnya ukuran fisik-Nya dari tujuh surga menjadi empat. Gempa bumi dan angin ribut terjadi adalah sebagai akibat dari air mata Tuhan yang jatuh ke laut atas hancurnya al haikal tersebut. Klaim-klaim mereka ini disebutkan oleh Al Qur’an sebagai berikut : (5 :64)

Artinya : “Orang-orang Yahudi berkata : “Tangan Allah terbelenggu”, (Al Maidah : 64)

Firman Allah :(S.III : 181)

Artinya : “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan orang-orang yang mengatakan : Sesungguhnya Allah miskin dan kami kaya.” (Ali Imran : 181)

Sebagaimana Yahudi juga menisbatkan (mengilustrasikan) nabi Yakub kepada pencurian boneka yang terbuat dari emas dan ia juga yang berkelahi dengan Tuhan (!!) di dekat kota Nablus, maka dari itu ia dinamakan Israel. Selain itu ia juga dikatakan telah menawarkan suap kepada saudaranya, memperdayakan orang tuanya dan hanya berdiam diri terhadap tuduhan perzinaan kepada dua anak perempuannya. Ia telah berbuat syirik kepada Allah. Hal ini bisa dianalogikan dengan apa yang akan mereka perbuat dan katakan tentang nabi-nabi lainnya.

Yahudi telah jauh melenceng dari ajaran Taurat atau Perjanjian Lama. Mereka menapaki jalan Taurat yang sudah jauh keluar dari relnya sebagaimana terlihat dalam perilaku keseharian mereka, kesenangan melanggar kewajiban dan melakukan immoralitas dengan sikap terus bersikukuh akan apa yang mereka nisbatkan kepada nabi-nabi mereka. Dan ini tidak lain hanyalah bentuk kebohongan dan pemalsuan belaka. Para sejarawan, khususnya dari kalangan Islam, dalam mengkaji sejarah Palestina hendaknya tidak tergesa-gesa menuduh para nabi Allah dan rasul-Nya dengan apa yang difabrikasi (dibuat-buat) oleh Yahudi yang ini semua mereka lakukan hanya untuk membuktikan hak bangsa-bangsa lain atas bumi Palestina.

Kalau memang ikatan akidah dan iman adalah dasar yang menyatukan umat Islam walau perbedaan bangsa dan warna, maka umat ini merupakan orang yang paling berhak dengan warisan para nabi termasuk di dalamnya para nabi Bani Israel. Karena umat ini yang masih tetap konsisten menjunjung tinggi bendera monoteisme yang dibawa oleh para nabi. Mareka adalah orang yang tetap menapaki jalan dan ajaran para nabi. Dan menurut pemahaman Al Qur’an para nabi adalah orang-orang yang berserah diri (muslimun) dan bersatu.

Lihat firman Allah SWT :

Artinya : “Ibrahim bukan seorang Yahudi dan bukan (pula) seorang Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri (kepada Allah) dan sekali-kali bukanlah dia termasuk golongan orang-orang musyrik.” “Sesungguhnya orang yang paling dekat kepada Ibrahim ialah orang-orang yang mengikutinya dan nabi ini (muhammad), serta orang-orang yang beriman (kepada Muhammad), dan Allah adalah Pelindung semua orang-orang yang beriman.” (Ali Imran : 67-68)

Firman Allah :

Artinya : “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama ismail (seraya berdo’a) : “Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah : 127)

Firman Allah :

Artinya : “Dan tidak ada yang benci kepada agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri, dan sungguh Kami telah memilihnya di dunia dan sesungguhnya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orang yang saleh.” (Al Baqarah : 130)

Secara umum umat yang menganut ketauhidan adalah umat yang satu, sejak dari nabi Adam A.S sampai masa Allah akan mewarisi bumi dan orang-orang yang berada di atasnya. Para nabi, rasul Allah dan pengikut-pengikut mereka adalah bagian dari umat tauhid. Dakwah Islam adalah perpanjangan dakwah mereka. Dan umat Islam adalah orang-orang yang paling berhak dengan nabi-nabi, rasul-rasul dan yang mewarisi mereka.

Khazanah tradisi para nabi merupakan khazanah kita, eksperimen mereka juga merupakan eksperimen muslim. Sejarah mereka adalah sejarah kita. Dan syariah yang diberikan Allah kepada para nabi dan pengikut mereka dalam memerintah wilayah yang berkah dan suci ini merupakan indikasi atas syariah, hak kita atas wilayah dan pemerintahannya.

Benar bahwa Allah telah memberikan tanah ini kepada Bani Israel di saat mereka berjalan dan mengikuti jalan Allah, di saat mereka menjadi representasi umat tauhid pada zaman yang lampau. Bukan kita malu untuk mengatakan fakta ini, kalau tidak demikian berarti kita telah mengingkari penjelasan Al Qur’an. Dari itu Musa berkata kepada kaumnya :

Artinya : “Hai kaumku, masuklah ke tanah suci (Palestina) yang telah ditentukan Allah bagimu, dan janganlah kamu lari ke belakang (karena takut kepada musuh), maka kamu menjadi orang-orang yang merugi.” (Al Maidah : 21)

Kendati syariat ini terikat erat dengan seberapa jauh komitmen mereka kepada tauhid dan manhaj Allah. Maka ketika mereka ingkar kepada-Nya, berbuat dosa kepada rasul, membunuh para nabi, merusak seluruh janji-janji dan piagam-piagam mereka. Mereka menolak untuk mengikuti risalah Islam yang telah dikabarkan oleh para nabi kaum ini.

Sebagaimana tercantum di dalam Al Qur’an :

Artinya : “(Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka,” (Al A’raf : 157)

Artinya : “…dan memberi kabar gembiri dengan (datangnya) seorang Rasul yang akan datang sesudahku, yang namanya Ahmad (Muhammad).” (Al Saff : 6)

Maka ketika mereka lakukan hal itu, mereka terkena laknat dan murka Allah SWT.

Artinya : “(Tetapi) karena mereka melanggar janjinya, Kami kutuki mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras membatu.” (Al Maidah : 113)

Allah berfirman :

Artinya : “Katakanlah : “Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?” (Al Maidah : 59)

Maka dari itu legitimasi atas pemerintahan tanah suci ini harus diberikan kepada umat yang tetap berjalan di atas jalan para nabi dan menjunjung tinggi bendera ajaran mereka yaitu umat Islam. Persoalan yang ada di dalam pemahaman kita bukan berhubungan dengan bangsa, keturunan dan kaum, namun lebih kepada loyalitas untuk mengikuti jalan dan manhaj ini.

Untuk melanjutkan diskusi sekitar klaim-klaim Yahudi akan hak mereka atas Palestina sesuai dengan nash-nash Taurat, kita coba melihat apa yang mereka sebutkan di dalam Taurat yang telah diselewengkan dengan keyakinan bahwa tanah tersebut telah diberikan kepada Ibrahim A.S. dan keturunannya.

Di antaranya sebagai berikut :

Artinya :

“Dan Tuhan berkata kepada Ibrahim : Pergilah dari tanahmu (wilayahmu), keluargamu, rumah orang tuamu ke tanah yang telah saya perlihatkan….maka pergilah ia sebagaimana telah Tuhan katakan…Maka mereka datang ke tanah Kan’aan…dan Tuhan dapat dilihat oleh Ibrahim dan berkata : Untuk keturunanmu aku berikan tanah ini”.

Dan di dalam Taurat berbunyi :

Artinya :

“(Ibrahim) mendiami tanah Kan’aan maka Tuhan berkata kepadanya : “Angkatlah kedua matamu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri ke arah Utara, Selatan, Timur dan Barat, karena seluruh tanah yang engkau saksikan itu telah aku berikan kepadamu dan untuk keturunanmu selama-lamanya”.

Ada lagi yang berbunyi sebagai berikut :

Artinya :

Tuhan dan Ibrahim menyepakati piagam yang berbunyi : Untuk keturunanmu aku berikan tanah ini yang membentang dari sungai Mesir hingga sungai Besar, sungai Eufrat”.

Untuk menjawab hal di atas –di luar pemahaman kita tentang persoalan ini dari dasarnya yang syar’i—kita katakan :

1- Kalau memang di sana ada perjanjian yang memberikan Ibrahim A.S dan keturunannya, maka keturunan beliau bukan hanya Bani Israel sendiri. Bangsa Arab al musta’ribah adalah keturunannya juga (anak-anak Ismail A.S) dan di antara mereka adalah Nabi Muhammad SAW.

2- Kalau memang persoalannya berkaitan erat dengan keturunan dan proses beranak pianak (tanaasul) maka indikasi-indikasi yang ada mensinyalir bahwa mayoritas bangsa Yahudi yang ada pada zaman kita dewasa ini bukanlah dari keturunan Ibrahim A.S. Hal itu dikarenakan kebanyakan Yahudi kontemporer adalah Yahudi yang berasal dari Al Khazar (daerah laut Kaspia) yang masuk ke dalam agama ini pada abad kesembilan dan sepuluh Masehi!!

3- Sesungguhnya Al Qur’an al Karim menjelaskan persoalan kepemimpinan nabi Iabrahim dan keturunannya dalam forma yang tidak membingungkan. Renungkanlah firman Allah SWT di bawah ini :

Artinya : “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Tuhannya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman : “Sesungguhnya aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia”. Ibrahim berkata : “(Dan saya mohon juga) dari keturunanku Allah berfirman : “Janji-Ku (ini) tidak mengenai orang yang zalim.” (Al Baqarah : 124)

Maka ketika nabi Ibrahim meminta kepada Allah agar supaya kepemimpinan (al imaamah) juga dapat dipegang oleh keturunannya, lalu Allah menjelaskan kepadanya bahwa janji al imaamah kepada keturunannya tidak dapat diberikan kepada orang-orang yang dhalim. Artinya kedhaliman, kekafiran, upaya menghalangi menuju jalan Allah dan melakukan kerusakan di muka bumi adalah persoalan yang paling terbesar yang dilakukan oleh Bani Israel?!!

Adapun sesuatu yang berhubungan dengan klaim-klaim historis Yahudi, kita telah cukup banyak para ahli sejarah yang dapat menjawab dan mengkonter alegasi tersebut. Maka masa kekuasaan Islam di bumi Palestina merupakan masa yang paling terpanjang dalam sejarah. Dan bangsa-bangsa yang mendiaminya wilayah tersebut jauh sebelum kedatangan Yahudi tetap masih eksis di sana hingga sekarang. Imigrasi-imigrasi (hijrah-hijrah) bangsa Arab pra atau paska kemenangan Islam (al fath al Islami) adalah komponen-komponen yang membentuk bangsa Palestina dewasa ini dengan agama Islam, bahasa dan karakteristik Arab mereka.

Palestina Pada Zaman Kuno :

Manusia mendiami bumi Palestina sejak periode klasik dahulu kala. Di sana terdapat banyak peninggalan-peninggalan arkeologis yang dikategorikan kepada zaman Batu Klasik (Ancient Stone Age) (500 ribu –14 ribu S.M) dan zaman Batu Pertengahan (the middle Stone Age) (14 ribu – 8 ribu S.M). Secara singkat dapat dikatakan bahwa pada zaman itu di Palestina telah terdapat peradaban An Nathufiyyah yang dinisbatkan kepada gua-gua Al Natoof di sebelah utara Al Quds (Jerussalem sekarang). Bangsa An Natoof belum diketahui hingga sekarang. Peradaban mereka terkonsentrasi di wilayah pesisir, mereka hidup di dalam gua-gua seperti yang terdapat di gunung Al Karmel.

Pada zaman Batu Modern (8000 – 4500 S.M) kehidupan manusia di Palestina berubah menjadi lebih stabil, dari hanya mengumpulkan makanan berubah menjadi memproduksinya. Dan Jericho (Ariihaa) jelas memperlihatkan bukti-bukti pertama yang mengindikasikan akan adanya kehidupan yang stabil. Kota ini dianggap—hingga kini—sebagai kota yang paling tertua di dunia yang dibangun kira-kira pada tahun 8000 S.M.

Zaman Batu Perunggu (Brass Stone Age) membentang dari (4500 – 3300 S.M), telah ditemukan beberapa tempat peninggalan yang berperadaban yang kembali kepada zaman tersebut di wilayah Beer Sheba antara pegunungan Hebron (al kholil) dan Laut Mati serta pesisir Al Khudiera.

Permulaan Seribu Ketiga sebelum Maeshi, zaman ini punya kelebihan yang lain dengan muncul kekaisaran-kekaisaran kuno di timur, bersamaan dengan ini adanya keberhasilan prestasi tulis menulis dan dimulainya penulisan sejarah. Dan dari sini dimulainya zaman-zaman bersejarah di Palestina.

Periode yang membentang dari (3200 – 2000 S.M) dinamakan dengan Zaman Perunggu Kuno. Periode ini ditandai dengan munculnya banyak kota Berbenteng dan defensif yang dibangun di wilayah bukit yang tinggi. Mayoritasnya terletak di tengah dan Utara Palestina. Di antara tempat-tempat itu yang terpenting adalah Bashan, Mejideo, Al Afoula, Ras Al nakoura dan Tal Al Farei’a di sebelah utara Nablus. Dan pada tahun Seribu ketiga sebelum masehi penduduk Palestina terus bertambah dan perkotaannya juga berkembang sehingga ia memiliki kekuatan politis dan ekonomis yang mungkin dapat disebut dengan zaman “negara-kecil kota” (small-state of towns).

Pada tahun seribu ketiga sebelum Masehi, bangsa Ammonit, Kan’aan, Yabous dan Phoenisi (kedua terakhir ini dianggap sebagai sub-bangsa Kan’aan) berimigrasi ke tanah Palestina. Imigrasi mereka ini diperkirakan terjadi kira-kira pada tahun 2500 S.M. di mana bangsa Kan’aan menduduki wilayah pesisir, bangsa Ammonites terkonsentrasi di daerah dataran tinggi dan pegunungan, bangsa Yabousi mendiami wilayah Jerussalam (Al Quds) dan sekitarnya dan mereka yang membangun kota Al Quds. Mereka menamakan kota itu dengan “Yabous” kemudian “Ursaalem”. Adapun bangsa Phoenis, mereka mendiami daerah pesisir utara Palestina tepatnya di daerah Lebanon sekarang ini.

Para ahli sejarah yang dapat dipercaya memandang bahwa Ammonit, Kan’aan, Yabousi dan Phoenisi keluar mengembara dari jazirah Arab. Dan penduduk Palestina yang berwarna hitam sekarang ini—secara khusus orang-orang pedesaan—diperkirakan merupakan keturunan kabilah-kabilah dan bangsa-bangsa kuno tersebut atau dari bangsa Arab dam umat Islam yang menduduki wilayah ini paska kemenangan Islam.

Imigrasi bangsa Kan’aan pada waktu itu sangatlah besar jumlahnya hampir dapat dikatakan bahwa mereka akhirnya menjadi masyarakat asli di sana. Nama “tanah Kan’aan” (the land of Canaan) merupakan nama tertua yang bagi wilayah yang disebut Palestina dewasa ini. Mereka yang membangun sebagian besar kota-kota di Palestina, dan jumlahnya—sesuai dengan batas-batas wilayah Palestina dewasa ini—tidak kurang dari dua ratus kota pada tahun seribu kedua sebelum Masehi dan sebelum ratusan tahun kedatangan orang-orang Ibrani Yahudi. Di antara kota-kota tua selain Jericho dan Al Quds, kota Shechem (Balatah, Nablus) Bashan, Ashkelon, Akka, haifa, Hebron, Ashdod, A’aqur, Beer Sheba dan Bethlehem.

Kemudian datang periode Perunggu Pertengahan (1550 – 1200 S.M) pertengahan pertama dari tahun seribu kedua sebelum Masehi periode ini menyaksikan pemerintahan Hyksos, yang memerintah Palestina lebih kurang delapan belasan hingga enam belasan abad sebelum Masehi (18-16 S.M). Kelihatannya pada periode itu (kira-kira 1900 S.M) nabi Ibrahim A.S datang bersama dengan adiknya Luth A.S ke daerah Palestina. Di sana nabi Ismail, Ishak dan Yakub A.S dilahirkan.

Zaman Perunggu Terakhir (1550-1200 S.M) dimulai dengan keruntuhan kekuasaan Hyksos dan Palestina tunduk di bawah kekuasaan Mesir secara mutlak. Adapun zaman Besi (1200-330 S.M) dara permulaan (kira-kira 1200 S.M) kelihatannya Palestina menerima eksodus berbagai kelompok yang besar dari berbagai wilayah yang paling menonjol adalah imigrasinya “bangsa-bangsa pelaut”. Kelihatannya mereka datang dari wilayah Asia Barat dan dari pulau-pulau di laut Aegean (Crete dan lainnya). Pada mulanya bangsa-bangsa ini menyerang wilayah pesisir Syam dan Mesir, tapi Ramses III, Firaun Mesir dapat mengusir mereka dari wilayah ini di dalam pertempuran Blouziun (dekat pelabuhan Bur Said). Mereka diizinkan untuk mendiami bagian selatan wilayah Palestina. Dari inskripsi arkeolog dapat menemukan ukiran-ukiran dengan huruf-huruf “PLST”, dan menurut tulisan ini bahwa mereka adalah orang-orang yang disebut dengan “Palestian”. Kemudian ditambahkan huruf “N” kepada nama mereka (mungkin dianggap sebagai bentuk jamaknya) dan mereka disebut dengan Palestin. Bangsa Palestin ini telah membangun lima kerajaan yatiu kota-kota Ghaza, Ashdod, Jet, Aqroun dan Ashkelon. Kota-kota ini mungkin milik bangsa Kan’aan kuno namun mereeka telah meluaskan dan mengaturnya kemudian mendirikan dua kota baru yaitu Lod dan Saklash. Mereka dapat menguasai daerah pesisir yang tersisa hingga gunung Al Karmel. Sebagaimana mereka juga menguasai Marj bin Amir. Bangsa Palestin berbaur dengan bangsa Kan’aan secara cepat dan menggunakan bahasa mereka dan menyembah Tuhan-Tuhan mereka (Dajoun, B’al dan Ashtar). Kendati bangsa Palestin telah berasimilasi dengan penduduk setempat namun mereka telah memberikan wilayah ini dengan nama mereka sehingga terabadi namanya menjadi Palestina.

Dari bukti-bukti komparatif historis kelihatannya bahwa Musa A.S memimpin Bani Israel ke arah tanah yang suci ini pada pertengahan terakhir dari abad ke 13 S.M atau masa akhir zaman Perunggu Terakhir di mana permulaan zaman Besi merupakan zaman masuknya bangsa Yahudi ke Palestina. Kemudian berdirinya kerajaan nabi Daud dan Sulaiman A.S pada tahun 1004-923 S.M yang terbagi menjadi keeerajaan Israel (tahun 923-722 S.M) dan kerajaan Yahuda (pada tahun 923-586 S.M) yang masing-masing menguasai sebagian kecil dari wilayah tanah Palestina. Dan sejak tahun 730 S.M, Palestina secara umum tunduk di bawah kekuasaan Assyrian yang datang dari wilayah Iraq hingga tahun 645 S.M kemudian kekuasaan ini diwarisi oleh orang Babilonia samapi tahun 539 S.M. Bangsa Assyria dan Babilonia bergantian kekuasaan atas wilayah Palestina dengan Mesir. Kemudian sesungguhnya Parsi menyerang palestina dan memerintah di sana dari tahun 539-332 S.M. Palestina kemudian memasuki zaman Helenisia Yunani yang dikuasai oleh Ptolemaik hinggal tahun 198 S.M dan diikuti oleh Seleusias hingga tahun 64 S.M, periode di mana Romawi datang dan mendominasi wilayah Palestina. Setelah pecahnya kekaisaran Romawi, Palestina tetap berada di bawah naungan kekuasaan kekaisaran Romawi Timur “Kekaisaran Romawi” di mana Konstantinopel menjadi ibukotanya hingga datangnya Al Fath al Islami (kemenangan Islam). Setelah itu Islam yang memberinya nuasa Arab dan yang Islami pada tahun 636 Masehi.

Seruan Kebenaran dan Perjalanan Para Nabi di Bumi Suci :

Nabi Ibrahim A.S merupakan nabi pertama yang kita ketahui bahwa mereka yang hidup di Palestina dan meninggal di sana. Ibrahim A.S adalah bapak para nabi dan di antara keturunannya yang menjadi nabi seperti Ishak, Yakkub, Yusuf, Ismail dan Muhammad (bagi mereka sebaik-baik selawat dan salam).

Nabi Ibrahim A.S –menurut apa yang terdapat pada studi arkeologi—dilahirkan di “Uur” di wilayah Iraq. Hidup di sana untuk waktu yang lama di mana ia menghancurkan patung-patung dan mengajak kaumnya kepada tauhid. Ia menghadapi Raja Namrud dengan bukti-bukti. Mereka berupaya untuk membakarnya sebagai siksaan baginya atau apa yang dikerjakan Ibrahim yang menghancurkan patung. Maka api yang dipergunakan untuk membakarnya dijadikan Allah dingin dan cara buat keselamatannya. Nabi Ibrahim berhijrah di jalan Allah bersama dengan kemenakannya Luth dan berkata :

Artinya : “Dan Ibrahim berkata : “Sesungguhnya aku pergia menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku.” (Al Saffat : 99)

Kelihatannya bahwa Ibrahim pada awalnya berhijrah dan orang yang bersamanya ke wilayah Hurran (Al Raha) daerah yang berlokasi di wilayah selatan Turki dan utara Syria dewasa ini. Dari sana ia berhijrah ke tanah Kan’aan “Palestina”, Allah berfirman :

Artinya : “Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalain manusia.” (Al Anbiyaa : 71)

Menurut estimasi para ahli sejarah bahwa sesungguhnya kedatangannya di Palestina kira-kira pada tahun 1900 S.M. Sejarah ini menurut sejarah kuno Irak merupakan zaman “Uur ketiga” di mana Iraq diperintah oleh Samaritan. Ini juga merupakan permulaan zaman Babilonia kuno di mana unsur-unsur Semit yang datang dari jazirah Arab “Ammonites” mendominasi di sana.

Nabi Ibrahim A.S mendiami Shecehm dekat Nablus. Dari sana ia berpindah ke arah Ramallah dan Qud melewat Al Khalil kemudian dengan Beer Sheba di mana ia tinggal di sekitar sana untuk beberapa waktu. Kemudian pergi ke Mesir yang mungkin bertepatan dengan zaman keluarga ke sebelas atau dua belas dari Firaun Mesir. Ia kembali dari Mesir ditemani oleh Hajar yang merupakan hadiah dari pemimpin di sana untuknya. Disebutkan di dalam riwayat bahwa ia merupakan anak Firaun atau salah satu princess di sana. Kemudian ia kembali ke Palestina dan melalui bagian sebelah Ghaza di mana ia bertemu dengan Abu Malek, pangeran Ghaza. Ia berjalan-jalan antara Beer Sheba dan Hebron, lalu naik ke Al Quds. Adapun Luth A.S berpindah ke Selatan Laut Mati di mana ia diutus menjadi Rasul untuk penduduk wilayah tersebut. Sementara Ibrahim tetap tinggal di daerah pegunungan Al Quds dan Hebron. Nabi Ibrahim (alaihissalam) mendapatkan anak yang lahir dari isterinya Hajar. Kemudian setelah tiga belas tahun ia diberi anak lagi yang bernama Ishak dari isterinya Sarah. Kelihatannya Ibrahim diberi anak-anak ketika di dalam usia yang sangat lanjut. Hal itu dapat kita ketahui dari firman Allah dari lisan Sarah :

Artinya : “Isterinya berkata : “Seungguhn mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamikupun dalam keadaan yang sudah tua pula?.” (Hud : 72)

Kelihatannnya nabi Ibrahim A.S datang dan pergi ke Hijaz lebih dari sekali. Maka ia mendatangkan Ismail dan ibunya Hajar ke kota Mekkah dan kisah upaya (sa’i) Hajar antara bukit Shofa dan Marwah dan memancarnya air zam-zam yang terkenal itu. Sesungguhnya Ibrahim kembali dan dengan ditemani oleh Ismail ia membangun Ka’bah sebagaimana firman Allah :

Artinya : “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim meninggikan (membina) dasar-dasar Baitullah bersama Ismail (seraya berdo’a) : “ Ya tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (Al Baqarah : 127)

Namun pusat kediaman Ibrahim tetap di Palestina dan di sana beliau meninggal dunia dan dimakamkan di gua Al Makfeelah di dekat kota Hebron, kota yang dinamakan dengan namanya. Disebutkan bahwa beliau meninggal dalam usia 175 tahun.

Nabi Ibrahim A.S pernah mengalami pemerintah penguasa Jerussalam “Malaki Shadeq” yang kelihatannya merupakan pengikut ajaran tauhid dan sahabatnya. Pada waktu itu orang-orang yang beriman kepada Allah sangatlah sedikit dan jarang sekali. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa nabi Ibrahim berkata kepada isterinya Sarah ketika mendatangi salah satu orang yang terkuat ketika itu : “Tidak ada orang yang beriman di muka bumi ini kecuali aku dan kamu”. Ini jelas terjadi ketika mereka berangkan ke Mesir yang dapat disimpulkan dari ayat di bawah ini :

Artinya : “Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif.” (An Nahl : 120)

Yang penting sesungguhnya bapak para nabi Ibrahim al Khalil adalah seorang rasul yang tergolong dalam kelompok ulul ‘azmi (yang memiliki kemauan tinggi). Ia punya peranan dakwah dalam menyebarkan risalah ketauhidan di Palestina di mana ia mendirikan masjid-masjid dan membangun mihrab-mihrab untuk menyembah Allah di seetiap tempat ia pergi. Yang jelas bahwa ia tidak punya masalah atau halangan dari penduduk Palestina dan ia juga tidak dipaksa untuk meninggalkan wilayah tersebut karena agama dan dakwahnya. Namun ia tetap tinggal di sana berpindah dengan bebas sehingga Allah memanggilnya.

Adapun nabi Luth A.S, ia tinggal di selatan laut mati di mana beliau diutus kepada desa “sodom” dan mereka yang melakukan kekejian dengan jenis laki “sodomi”. Ia telah berupaya keras untuk melarang, namun mereka menentang dan sombong. Maka akhirnya Allah balas mereka dengan membalikkan desa mereka dan menghujamkannya ke bawah dan mereka dihujani dengan batu dari tanah liat dari neraka yang sangat panas :

Artinya : “Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya : “Mengapa kamu mengerjakan perbuatan fahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelumnya? Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan : “Usirlah mereka (luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini : Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutinya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” (An A’raf : 80-84)

Firman Allah :

Artinya : “Maka tatkala datang azab Kami, Kami jadikan negeri kamu Luth itu yang di atas ke bawah (Kami balikkan), dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang terbakar dengan bertubi-tubi. Yang diberi tanda oleh Tuhanmu, dan siksaan itu tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.” (Hud : 82-83)

Al Quran menegaskan bahwa Ibrahim A.S mengalami kehidupan Luth dan kehancuran kaumnya. Para malaikat datang kepadanya dan memberinya berita gembira dengan Ishak dan menginformasikan kepadanya bahwa mereka dikirim untuk menghancurkan kaum Luth. Lalu ia berkata :

Artinya : “Berkata Ibrahim : “Sesungguhnya di kota itu ada Luth.” Para malaikat berkata : “Kami lebih mengetahui siapa yang ada di kota itu. Kami sungguh-sungguh akan menyelamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya. Dai adalah termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).” (Al Ankabut : 32)

Dan beginilah Allah memberikan pertolongan kepada hamba-Nya, Luth dan mensucikan tanahnya yang berkah :

Artinya : “Kota yang mengerjakan perbuatan keji.” (Al Anbiyaa : 74)

Dan nabi Ibrahim A.S mendapat berita gembira dengan Ishak agar orang setelahnya dapat membawa bendera tauhid dan menyebarkannya di atas tanah ini dan supaya penyebaran cahaya Ilahi terus berlanjut di sana.

Ishak hidup di bumi Palestina dan mendapat anak yang diberi nama Yakub A.S “Israel” yang menurut anggapan Yahudi merupakan bapak mereka. Ishak dan Yakub merupakan menara-menara menuju hidaya setelah nabi Ibrahim A.S. Lihat penjelasan Al Qur’an dalam keterangan singkat dan peringatannya :

Artinya : “Dan Kami telah memberikan kepadanya (Ibrahim) Ishak dan Ya’qub, sebagai suatu anugerah (daripada Kami). Dan masing-masingnya Kami jadikan orang-orang yang saleh. Kami telah menjadikan mereka itu sebagai pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan sembahyang, menunaikan zakat, dan hanya kepada Kami-lah mereka selalu menyembah.” (Al Anbiyaa : 72-73)

Nabi Yakub dilahirkan pada abad ke 18 S.M (kira-kira 1750 S.M) di palestina namun ia berimigrasi yang kelihatannya ke wilayah Hurran “Ar Rahaa”. Ia kawin di sana dan mendapat 11 anak yang di antaranya adalah Yusuf, tapi anaknya yang ke 12, Benyamin dilahirkan di tanah Kanaan “Palestina”. Nabi Yakub dan anak-anaknya kembali ke Palestina dan bermukin di Saar” dekat Hebron (Al Kholil). Kisahnya dan kisah anaknya Yusuf yang terkenal terdapat di dalam Al Qur’an secara terperinci. Kisah yang menceritakan konspirasi saudara-saudara Yusuf atas dirinya dan menjatuhkannya ke dalam sumur. Lalu ia ditemukan oleh kafilah dan menjualnya di Mesir. Di sana ia tumbuh menjadi dewasa dan berdo’a kepada Allah. Ia tegar menghadapi fitnah wanita dan bersabar di dalam penjara sehingga Allah memuliakannya untuk diletakkan di dalam golongan orang-orang petinggi Mesir setelah keberhasilannya mentakwil (interpretasikan) mimpi dan ketidakberdosaannya. Kemudian sesungguhnya Yusuf mengundang bapak dan saudara-saudaranya untuk datang ke Mesir di mana Allah kembalikan penglihatan Yakub setelah menderita kebutaan pada kedua matanya karena berpisah dengan Yusuf. Sebagaimana ia juga memaafkan kesalahan saudara-saudaranya. Sebagian riwayat mengatakan bahwa Yakub hidup di Mesir selamat 17 tahun namun ia dikubur dekat kakek Ibrahim dan bapaknya Ishak di Hebron.

Nampaknya periode kehidupan Yakub dan anak-anaknya di Mesir adalah zaman berkuasanya Hoksys di sana (1774 S.M-1567 S.M); kekuasaan mereka merupakan dua keluarga dari 15 dan 16 keluarga yang berkuasa di Mesir dan mereka bukanlah orang pribumi. Kendati demikian kelihatannya bahwa Yusuf dan saudara-saudaranya , anak-anak Yakub (Israel) menikmati kebebasan bekerja dan ibadah di Mesir dan mereka berperan dalam dakwah kepada tauhid. Namun hal ini tidak dapat berlanjut dan berubah pada generasi berikutnya. Bani Israel terperangkap dalam siksaan Firaun hingga akhirnya Allah SWT mengutus Musa A.S kepadanya untuk menyelamatkan kaum ini ke tanah Palestina.

Bersambung------2

Cornelis de Houtman: Pembuka Jalan Penjajahan Belanda di INDONESIA

CORNELIS de Houtman (lahir di Gouda, Belanda, 2 April 1565 – Tewas di Aceh, 1599), adalah seorang penjelajah Belanda yang menemukan jalur pelayaran dari Eropa ke Nusantara dan berhasil memulai perdagangan rempah-rempah bagi Belanda. Saat kedatangan de Houtman, Kerajaan Portugis telah lebih dahulu memonopoli jalur-jalur perdagangan di Nusantara. Meski ekspedisi de Houtman banyak memakan korban jiwa di pihaknya dan bisa dikatakan gagal, namun ekspedisi de Houtman yang pertama ini merupakan kemenangan simbolis bagi pihak Belanda karena sejak saat itu kapal-kapal lainnya mulai berlayar untuk berdagang ke Timur.

Awal perjalanan

Pada tahun 1592 Cornelis de Houtman dikirim oleh para saudagar Amsterdam ke Lisboa/Lisbon, Portugal untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin mengenai keberadaan "Kepulauan Rempah-Rempah". Pada saat de Houtman kembali ke Amsterdam, penjelajah Belanda lainnya, Jan Huygen van Linschoten juga kembali dari India. Setelah mendapatkan informasi, para saudagar tersebut menyimpulkan bahwa Banten merupakan tempat yang paling tepat untuk membeli rempah-rempah. Pada 1594, mereka mendirikan perseroan Compagnie van Verre (yang berarti "Perusahaan jarak jauh"), dan pada 2 April 1595 berangkatlah ekspedisi perseroan ini di bawah pimpinan Cornelis de Houtman. Tercatat ada empat buah kapal yang ikut dalam ekspedisi mencari “Kepulauan Rempah-rempah” ini yaitu: Amsterdam, Hollandia, Mauritius dan Duyfken.

Ekspedisi de Houtman sudah direcoki banyak masalah sejak awal. Penyakit sariawan merebak hanya beberapa minggu setelah pelayaran dimulai akibat kurangnya makanan. Pertengkaran di antara para kapten kapal dan para pedagang menyebabkan beberapa orang terbunuh atau dipenjara di atas kapal. Di Madagaskar, di mana sebuah perhentian sesaat direncanakan, masalah lebih lanjut menyebabkan kematian lagi, dan kapal-kapalnya bertahan di sana selama enam bulan. (Teluk di Madagaskar tempat mereka berhenti kini dikenal sebagai "
Kuburan Belanda").


Tiba di Tanah Jawa


Pada 27 Juni 1596, ekspedisi de Houtman tiba di Banten. Hanya 249 orang yang tersisa dari pelayaran awal. Penerimaan penduduk awalnya bersahabat, tapi setelah beberapa perilaku kasar yang ditunjukkan awak kapal Belanda, Sultan Banten, bersama dengan orang-orang Portugis yang telah datang lebih dulu di Banten, mengusir rombongan “Wong Londo” ini.


Ekspedisi de Houtman berlanjut ke utara pantai Jawa. Namun kali ini, kapalnya takluk ke pembajak. Saat tiba di Madura perilaku buruk rombongan ini berujung ke salah pengertian dan kekerasan: seorang pangeran di Madura terbunuh sehingga beberapa awak kapal Belanda ditangkap dan ditahan sehingga de Houtman membayar denda untuk melepaskannya. Kapal-kapal tersebut lalu berlayar ke Bali, dan bertemu dengan raja Bali. Mereka akhirnya berhasil memperoleh beberapa pot merica pada 26 Februari 1597.


Saat dalam perjalanan pulang ke Belanda, mereka singgah di
Kepulauan St. Helena, dekat Angola untuk mengisi persediaan air dan bahan-bahan lainnya. Kedatangan mereka ini dihadang oleh kapal-kapal Portugis yang merupakan pesaing mereka.

Akhirnya pada akhir 1597, tiga dari empat kapal ekspedisi ini kembali dengan selamat ke Belanda. Dari 249 awak, hanya 87 yang berhasil kembali.


Akibat dari ekspedisi de Houtman


Meski perjalanan ini bisa dibilang gagal, namun juga dapat dianggap sebagai kemenangan bagi Belanda. Pihak Belanda sejak saat itu mulai berani berlayar untuk berdagang ke Timur terutama di tanah Nusantara. Beberapa ekspedisi memang mengalami kegagalan, sementara lainnya sukses gilang-gemilang dengan keuntungan berlimpah-limpah dari total modal ekspedisi yang dikeluarkan.


Totalnya dalam rentang waktu antara 1598 dan 1601 ada 15 ekspedisi dikirim ke Nusantara, yang melibatkan 65 kapal. Sebelum Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) didirikan pada 1602, tercatat 12 perusahaan telah melakukan ekspedisi ke Nusantara dalam masa 7 tahun, yakni: Compagnie van Verre (Perusahaan dari Jauh), De Nieuwe Compagnie (Perusahaan Baru), De Oude Compagnie (Perusahaan Lama), De Nieuwe Brabantse Compagnie (Perusahaan Brabant Baru), De Verenigde Compagnie Amsterdam (Perhimpunan Perusahaan Amsterdam), De Magelaanse Compagnie (Perusahaan Magelan), De Rotterdamse Compagnie (Perusahaan Rotterdam), De Compagnie van De Moucheron (Perusahaan De Moucheron), De Delftse Vennootschap (Perseroan Delft), De Veerse Compagnie (Perusahaan De Veer), De Middelburgse Compagnie (Perusahaan Middelburg) dan De Verenigde Zeeuwse Compagnie (Perhimpunan Perusahaan Kota Zeeuw).


Kedatangan kapal-kapal inilah yang menjadi cikal bakal penjajahan Belanda atas tanah Nusantara.




Tewas di Aceh


Tahun 1598, Cornelis de Houtman bersama saudaranya Frederick de Houtman diutus lagi ke tanah Nusantara di mana kali ini ekspedisinya merupakan ekspedisi dalam jumlah besar. Armada-armadanya telah dipersenjatai seperti kapal perang.


Pada 1599, dua buah kapal pimpinan de Houtman yang bernama
de Leeuw dan de Leeuwin
berlabuh di ibukota Kerajaan Aceh. Pada awalnya kedua kapal ini mendapat sambutan baik dari pihak Aceh karena darinya diharapkan akan dapat dibangun kerjasama perdagangan yang saling menguntungkan. Dengan kedatangan Belanda tersebut berarti Aceh akan dapat menjual hasil-hasil bumi, khususnya lada kepada Belanda.
Namun dalam perkembangannya, akibat adanya hasutan dari pihak Portugis yang telah lebih dahulu berdagang dengan Kerajaan Aceh, Sultan Aceh menjadi tidak senang dengan kehadiran Belanda dan memerintahkan untuk menyerang kapal-kapal mereka. Pemimpin penyerangan adalah Laksamana Keumala Hayati. Dalam penyerangan ini, Cornelis de Houtman dan beberapa anak buahnya tewas sementara Frederick de Houtman ditangkap dan dijebloskan ke penjara. Frederick de Houtman mendekam dalam tahanan Kerajaan Aceh selama 2 tahun. Selama di penjara, ia menulis buku berupa kamus Melayu-Belanda yang merupakan kamus Melayu-Belanda pertama dan tertua di Nusantara.

Sumber:

Tuesday, December 14, 2010

FREEMASON (2)


THE ORIGINS OF FREEMASONRY

Periode Kuno

Menurut legenda ritual Freemasonry, persaudaraan Mason telah ada sejak pembangunan kuil Raja Sulaiman ratusan abad silam. Karena kuil yang dikerjakan sangat besar, sehingga diperlukan adanya suatu bentuk pengorganisasian kerja yang baik untuk memastikan pembangunan kuil selesai tepat pada waktunya. Keadaan ini mendorong perkembangan organisasi pekerja stonemason dan arsitek ke dalam berbagai tingkatan dan kelas dengan tanggung jawab yang berbeda-beda.

Banyak karakter yang diungkap dalam buku Kings and Chronicles dalam Kitab Yahudi sesuai dengan kondisi-kondisi yang ada di berbagai tingkatan organisasi Masonry, misalnya Raja Sulaiman, Hiram (Raja Tyre yang mensuplai bahan material, terutama kayu cedar, untuk pembangunan kuil), Adoniram, dsb.

Meskipun persaudaraan Masonic melakukan ritual-ritual zaman Raja Sulaiman, agar dapat menjadi sebuah kebenaran sejarah, tetapi tidak ada otoritas Masonic yang memberikan kebenaran tentang adanya organisasi Mason di masa lampau.

Yang sudah diketahui dengan pasti adalah ada sebuah organisasi persaudaraan di masa lampau, baik diantara kaum pagan maupun kaum Yahudi. Dan kasus yang lebih dahulu muncul adalah organisasi tersebut dikait-kaitkan dengan adanya kerahasiaan, seperti halnya misteri Eleusinian yang sangat terkenal. Contoh misteri yang mengemuka lainnya adalah adanya kelompok rahasia yang bernama Pharisees.

Eleusinian adalah sebuah komunitas rahasia yang mempunyai ritual-ritual inisiasi, pembagian divisi yang lebih kecil dengan sifat kerahasiaan yang semakin besar, ujian-ujian yang harus dihadapi sebelum memperoleh pengetahuan dan rahasia yang harus dijaga. Rahasia komunitas ini tetap terjaga dengan baik dari waktu ke waktu dan yang mengetahui hanyalah mereka saja. Mungkin pengetahuan tentang sifat komunitas ini jatuh ke tangan para pendiri Mason dan pada akhirnya membentuk struktur organisasi Mason seperti sekarang ini.

Berbeda dengan Eleusinian, kelompok Pharisees tidak menyembunyikan pengetahuan apapun. Akan tetapi, mereka melakukan pembatasan keanggotaan dan memanggil sesamanya dengan sebutan “chaver” (kha VER), konsep yang sama dengan penggunaan sebutan “saudara” atau “kawan” pada organisasi Mason sekarang. Setiap anggota baru diminta untuk bersumpah dan mematuhi perintah dan hukum organisasi dengan disaksikan oleh tiga anggota lainnya.

Pharisees dianggap memiliki ajaran yang berbeda oleh para pengikut Yudaism maupun Kristen. Di kemudian hari, istilah Pharisee memiliki konotasi negatif, yang hampir sama dengan kaum hipokrit. Bagi kaum Yahudi, struktur Pharisaic secara esensi telah muncul dalam ajaran Yudaism 2000 tahun yang lalu. Pharisees dipandang sebagai sebuah kelompok yang berupaya memadamkan peran agama di mana puncaknya adalah penghancuran kuil di Yerusalem.

Pengetahuan mengenai praktik-praktik Pharisaic mungkin sudah diketahui oleh para pendiri Mason. Mereka juga memandang bahwa hanya ada satu cara efektif untuk mengorganisasi sebuah persaudaraan dengan baik, dan cara tersebut telah ditemukan secara terus menerus, independen, dan selalu berulang.
Periode Pertengahan

Teori munculnya Freemasonry yang juga cukup umum adalah berasal dari serikat pekerja atau gilda stonemason pada abad pertengahan. Istilah “Free” mengindikasikan bahwa Mason tidak terikat dengan tanah sebagai budak, tetapi mereka adalah orang-orang bebas pergi kemanapun, seperti hal seorang pedagang yang selalu membangun di manapun ia berada.

Mason di abad pertengahan selalu mendirikan berbagai bangunan, tetapi perhatian khusus selalu dipusatkan pada katedral-katedral besar yang dibangun selama periode ini. Untuk menciptakan sebuah konstruksi bangunan yang mengaggumkan, diperlukan pendidikan prinsip-prinsip geometri, aritmatika, maupun teknik sipil. Gilda stonemason, dan para arsitek pada masa itu menjadi sebuah semacam pusat penyimpanan pengetahuan di luar unsur paling dominan yang ada di masyarakat: pendeta.

Seiring dengan gelombang maraknya pembangunan katedral dan permulaan masa-masa renaisans, diperkirakan Freemason tetap menjaga organisasi mereka dengan membuka keanggotaan untuk forum diskusi filosofis serta pengetahuan lain. Anggota tersebut merupakan orang-orang tertentu yang berada di kelas atas dan bukan pekerja itu sendiri.

Ada teori lain tentang kemunculan Freemasonry pada abad pertengahan. John Robinson penulis buku Born on Blood mengatakan bahwa para Mason adalah keturunan dari ksatria templar. Templar adalah sekelompok ksatria yang memiliki kekuatan dan kesejahteraan semasa Perang Salib. Setelah Perang Salib selesai, pada abad ke-14, mereka ditekan oleh Raja Perancis dan kalangan gereja. Sebagian besar para templar menemui ajalnya, dan ada juga sebagian dari mereka yang mampu bertahan. Beberapa tingkatan dalam Mason berkaitan dengan kejadian ini. Hipotesis yang kemudian muncul adalah bekas para templar tersebut mempertahankan persaudaraan mereka dengan melakukan penyamaran dalam bentuk Freemasonry.

Teori-teori mutakhir yang melacak asal-muasal Masonry justru tidak mengarah pada gilda stonemason seperti yang diungkapkan sebelumnya, melainkan lebih kepada akibat dari konflik yang ada Inggris pada abad ke 17. Cyril Batham, salah seorang Quatuor Coronati Research Lodge yang cukup terkenal di Inggris, mengungkapkan bahwa orang-orang ini mendirikan Lodge untuk menjaga komunikasi ketika bersembunyi dari kejaran kaum Anglikan semasa pergolakan Jacobite.
Periode Modern

Di era modern, Freemasonry muncul sejak didirikannya Grand Lodge pertama pada St. John’s Day, di London pada tahun 1717. Empat lodge lama berkumpul bersama di Goose dan Gridiron Ale House untuk mengorganisasi pendirian Grand Lodge.

Dari waktu ke waktu organisasi-organisasi free-thinker seperti Masonry ini semakin matang untuk melebarkan sayapnya di dunia Barat. Masa-masa pencerahan di benua ini dimulai ketika Inggris sedang bertransisi menjadi sebuah negara liberal yang ditandai dengan penolakan konsep “hak agung” monarki James II. Organisasi Masonry menyebar dengan cepat ke kawasan lainnya seperti Perancis, Austria-Hungaria, dan Jerman.

Lodge kuno dan modern yang berada di Inggris, pada tahun 1813, kemudian bergabung menjadi sebuah organisasi tunggal yang bernama United Grand Lodge of England. Ketika itu, kedua organisasi Mason membuat piagam tentang Tata Dunia Baru. Fakta ini menjadi dasar adanya keragaman ritual Mason di daratan Amerika, meskipun sifat ritual yang asli tidak dapat dilihat dari konsep keanggotan Grand Lodge semata, yakni sebagai “Ancient Free and Accepted Masons” atau hanya “Free and Accepted Masons”.

Lodge pertama di AS didirikan sesuai dengan apa yang diamanatkan dalam piagam Grand Lodges di Inggris. Dalam perjalanannya, Lodge-lodge di daerah koloni merasa perlu untuk membentuk Lodge yang baru dan dapat mengorganisasi Grand Lodge (berada di provinsi semasa masa koloni) mereka sendiri.

Grand Lodge independen pertama di Amerika dibentuk sebagai hasil pertemuan empat Lodge di Virginia. Seperti apa yang telah diamanatkan oleh Grand Lodge yang berada di masing-masing negara bagian, konsep ritualnya merupakan perpaduan dari Grand Lodge-Grand Lodge yang ada. Pada tahun 1995, sudah berdiri Grand Lodge di 50 negara bagian AS, dan 1 di distrik Columbia. Ada perkembangan yang cukup pesat pada organisasi ini, seperti misalnya Grand Lodge di California memiliki yurisdiksi atas Lodge di Hawaii.

Masonry memainkan peranan penting di masa-masa awal sejarah kemerdekaan AS. Banyak pendiri negara AS adalah Mason (1/3 dari penandatangan Deklarasi Kemerdekaan AS dan 1/3 yang menghadiri Consitution Convention di Philadelphia tahun 1787 adalah para Mason), termasuk Benjamin Franklin dan George Washington. Disinyalir, Boston Tea Party semasa kemerdekaan AS juga turut di organisasi dalam salah satu pertemuan Lodge. Pada peristiwa itu, sekelompok orang yang memakai atribut Indian menumpahkan teh di pelabuhan Boston diduga adalah Mason. Ada juga cerita bahwa pasukan Inggris menjaga properto-properti miliki Mason Amerika ketika revolusi berkobar untuk kemudian diserahkan kepada otoritas Masonic lokal setelah perang selesai.

Perkembangan Masonry Amerika mengalami kemunduran pada tahun 1820, ketika sentimen Antimasonic mencapai puncaknya yang ditandai dengan dimunculkannya kandidat presiden sebagai oposisi Lodge. Pada masa itu, banyak badan-badan yang berada di bawah naungan Lodge tidak eksis lagi. Kekacauan itu terjadi karena Mason dituduh melakukan eksekusi kepada mereka yang dianggap berkhianat karena membuka rahasia persaudaraan Lodge di New York.

Ketika Perang Sipil di AS berkecamuk, Mason berada di dua sisi. Anggota Lodge yang turun dalam peperangan menggunakan seragam dengan warna yang berbeda. Tahanan perang yang merupakan anggota Mason diminta untuk datang ke Lodge untuk mendapatkan pembebasan bersyarat dan menghadiri pemakaman prajurit Masonic yang gugur.

Peran Masonry dalam aspek kehidupan sosial AS di akhir abad 19 dan awal abad 20 cukup penting. Banyak tokoh-tokoh terkemuka di masyarakat adalah anggota Lodge. Organisasi persaudaraan yang juga muncul untuk bersaing dengan Mason antara lain, Grange, Elks, Moose, dan Odd Fellows. Kegiatan amal Masonic mampu menyokong kehidupan sosial masyarakat di masa-masa sulit, dan kegiatan itu ada jauh sebelum dibuatnya program jaring pengaman sosial pada tahun 1930.

Keanggotaan dalam persaudaraan Masonic mencapai puncaknya pada akhir tahun 1950, dan setelah masa itu, mengalami penurunan. Fenomena yang sama juga terjadi pada berbagai organisasi persaudaraan lain, seperti di berbagai klub bisnis, gereja, dsb. Penurunan itu disebabkan meningkatnya berbagai sarana hiburan di rumah secara massal, tuntutan pekerjaan yang semakin besar, dan sebab-sebab lainnya. Tidak seorang pun yang tahu bagaimana cara mengubah kemunduran itu, akan tetapi peran Lodge dalam struktur sosial di berbagai perkotaan sepertinya akan terus surut dan bisa berubah hanya apabila seluruh struktur sosial masyarakat AS berubah menjadi tipe masyarakat yang berorientasi keluar (outward oriented). Survey memperlihatkan bahwa saat ini banyak orang Amerika yang tidak lagi peduli pada eksistensi persaudaraan Masonic. Padahal, lebih dari 50 tahun yang lalu, ketidakpedulian terhadap keberadaan Lodge hanyalah sebuah impian.

FREEMASON (1)


THE SECRECY OF FREEMASON

Untuk memahami Freemason secara mendalam, pada dasarnya diperlukan suatu studi yang intensif. Mempelajari seperti apa organisasi Freemason bukanlah suatu hal yang mudah oleh karena:

1.Bersifat simbolik. Terdapat berbagai simbol-simbol yang diasosiasikan dengan Freemason. Dan, setiap simbol yang ditampilkan memiliki makna, sejarah, dan penjelasan.

2.Freemason dijalankan oleh berbagai tingkatan (degrees) yang ada dalam struktur organisasinya. Jadi, setiap level tidak selalu dapat mengetahui tingkatan-tingkatan yang berada di atasnya.

3.Aktivitas Freemason selalu bersifat rahasia dan rahasia adalah kekuatan utamanya. Semakin sedikit kita tahu tentang mereka, semakin kuat posisi mereka di atas kita. Dan keadaan ini semakin memotivasi para Mason untuk semakin merahasiakan aktivitas mereka. Hal ini juga yang menyebabkan mengapa selalu ada disinformasi mengenai keorganisasian Mason. Selain itu, banyaknya tingkatan yang ada pada Freemason menyebabkan informasi yang keluar dari setiap anggotanya selalu berbeda-beda.

Dan sesungguhnya Freemason bukanlah SUMBER UTAMA dari teka-teki ini. Freemason hanya merupakan sebuah batu loncatan untuk masuk ke dalam komunitas rahasia yang ada dibelakangnya. Keanggotaan adalah kunci utama bagi kita untuk bisa memahami bentuk organisasi rahasia berikut game of power-nya.

Untuk bisa diterima sebagai anggota Freemason, ada keyakinan yang harus diterima, yakni adanya “Bapak dari segala Tuhan”, “Persaudaraan”, dan “Imortalitas jiwa”. Pada awalnya, keyakinan tersebut seperti terlihat indah, namun ketika bergabung seseorang akan diminta untuk melepaskan keyakinan atau agama kita, baik itu Kristen, Muslim, maupun Yahudi. Jadi, keyakinan yang ditawarkan, seperti sebuah coklat yang mengandung racun didalamnya.

Tiga prinsip utama Mason antara lain:

1.Cinta pada kemanusiaan atas dasar persaudaraan (Brotherly love to the whole human species)

2.Menghilangkan penderitaan (Relieve the distressed)

3.Kebenaran sebagai sifat agung (Truth as a divine attribute)

Tiga prinsip utama plus keyakinan kepada Tuhan tampak begitu mempesona. Akan tetapi, banyak tindakan para Mason yang dilakukan lebih karena sifat rakus dan memprioritaskan kepentingan golongan, baik secara sosial, politik, maupun ekonomi. Kondisi ini membuat Freemasonry tidak lebih dari sekedar perkumpulan para mafia Inggris. Sebuah persaudaraan dalam persaudaraan (Brotherhood inside The Brotherhood).

Dalam Freemasonry juga dikenal adanya prinsip The 4 Perfect Points of Entrance yang meliputi, Gutta (Throat), Pectora (Chest), Manus (Hand), dan Pedes (Feet). Prinsip ini mengajarkan kehati-hatian atas apa yang dimakan dan diminum, apa yang diucapkan dan apa yang ada di dalam hati, apa yang dilakukan, dan kemana akan pergi. Ironisnya, ketika sebagian anggota persaudaraan Mason melakukan kegiatan amal, mereka yang berada di tingkatan tertinggi justru gemar merusak eksistensi agama, struktur sosial dan ekonomi global.

Prinsip The 4 Cardinal Virtues yang meliputi Kesederhanaan (Temperance), Ketabahan (Fortitude), Kebijaksanaan (Prudence), dan Keadilan (Justice), juga sangat mempesona. Dan lagi-lagi, ketika sebagian anggota persaudaraan Mason secara aktif melakukan berbagai kegiatan derma kepada masyarakat, mereka, Mason yang berada di tingkatan tertinggi justru memangsa masyarakat. Dan seharusnya tugas terbesar Grand Lodge Mason saat ini adalah menghilangkan sinisme publik sekaligus membuktikan kepada publik bahwa organisasi Mason tidak terlibat dalam berbagai konspirasi; bahwa Mason bukanlah sebuah organisasi rahasia atau sebuah organisasi yang penuh dengan rahasia; bahwa keberadaan Mason dengan spirit dan nilai moral yang diembannya mampu memberikan benefit kepada masyarakat luas!

Sayangnya, yang justru terjadi justru tidak seperti itu. Menjadi anggota Mason tidaklah memperkaya nuansa spiritual dan moralitas kemanusiaan, karena Mason akan merampok dan membuang jauh-jauh nilai agama diyakini sebelumnya. Mason bergerak dari berbagai sisi, bisa menjelma menjadi kekuatan konservatif maupun reaksioner baik dalam bidang politik, sosial, dan ekonomi. Ia juga bisa menjadi sebuah kekuatan revolusioner, dari golongan kiri maupun kanan.

Di kalangan gereja sendiri, Freemason telah dikucilkan keberadaannya oleh 8 paus: Tahun 1738 oleh Clement XII dalam “In Eminenti”. Pius IX mengeluarkan 6 kecaman yang memojokkan Masonry. Leo XIII tahun 1884, dalam “Humanum Genus”, mengungkapkan bahwa tujuan utama Freemason adalah menyiksa Kristen dengan penuh kebencian, dan tidak akan pernah beristirahat sampai mereka berhasil menghancurkan institusi-institusi keagamaan yang didirikan oleh Paus. John Paul II tahin 1983 mengatakan “Anda tidak bisa menjadi seorang Katholik dan Mason secara bersamaan!”

Cardinal Ratzinger juga pernah menyatakan, “Jika anda ingin menjadi seorang Mason, maka secara otomatis anda akan dikeluarkan dan dikucilkan oleh gereja Katholik”, pernyataan ini disetujui oleh John Paul II bulan November 1983 dengan mengatakan: “Penilaian negatif gereja terhadap Mason tetap tidak berubah oleh karena prinsip-prinsip Mason tidak dapat ditoleransi oleh doktrin gereja. Dengan demikian menjadi anggota Mason adalah suatu hal yang terlarang”

Kita sedang melihat sebuah pertempuran mahadahsyat yang pernah ada di muka bumi ini! Dan Gereja begitu juga Mason menanggung beban sejarah yang pernah mereka goreskan sendiri…

Saturday, August 21, 2010

Kemunafikan apa lagi ini ?

Dana Aspirasi, Catatan untuk Tamtowi Yahya

clip_image008

Setelah saya menulis Ironi Dana Aspirasi di kompasiana beberapa waktu lalu (baca: klik di sini), ternyata masih ngawur pikiran saya kenapa toh Partai Golkar sangat “NgotoT” harus direalisasikan dan termasuk Partai Demokrat adem-adem saja (yang dulunya ngotok tolak), PAN dan PKS menolak namun katanya itu kata person bukan kata partai/fraksi, serta PPP dan PKB no coment, wah semakin kuat dugaan saya bahwa konsep ini ada kesepakatan bersama dengan sesamanya “Partai Koalisi”, malah lebih seru lagi Dana Aspirasi ganti nama menjadi P4D, menurut saya yang awam ini, pergantian nama saja itu sudah merupakan “isyarat” bahwa sesungguhnya permintaan dana itu yang nota bene atas nama rakyat, tidak benar dan patut di”TOLAK”, yang jelas Partai Golkar plus partai pendukungnya keliru dan “Partai Golkar Salah” (baca: Tulisan Bung Dr. Poempida Hidayatulloh, klik di sini). Kalau memang ide dana aspirasi dari Partai Golkar (baca: Partai Koalisi) bagus, kenapa ganti nama lagi, atau usulan itu memang tidak melalui kajian, atau hanya kajian “investasi politik” atau demi menambah kocek pribadi saja?

Sebenarnya saya malas lagi bicara tentang hal ini setelah tulisan pertama saya tersebut (itupun saya berkomentar karena hanya mewakili masyarakat kecil disekitar saya), namun hati tetap bergejolak karena jelas konsep (pembodohan) ini akan bertolak belakang dengan substansi pemerataan dan keadilan atau konsep pembangunan“pro rakyat”. karena:

1. Disalah satu tayangan televisi swasta (Metro TV,20/6), Anggota Fraksi Golkar, Tamtowi Yahya menyatakan bahwa ide Dana Aspirasi/P4D (Program Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah) ini merupakan “ide cerdas” dan tidak benar dana aspirasi ini akan membawa ketimpangan pembangunan antara jawa dan luar jawa, dan Tamtowi menyebut dasar undang-undangnya…dst..dst…..pokoknya mantaplah dana aspirasi itu menurut Tamtowi………. Sungguh ironi seorang Tamtowi Yahya, yang saya kenal cerdas dan bermoral (namun ternyata itu hanya kalau sebagai presenter kuiz), oh pola pikir dan ngomongnya seperti itu ya….????, ini namanya sudah terkontaminasi dengan pola atau tabiat Partai Golkar yang piawai berpolitik atau memang Tamtowi baru belajar berpolitik. Kalau tidak tau apa Fakta dan Data yang terjadi di daerah, diam saja sobat, belajar dululah, anggaplah priode pertama ini sebagai training politik untuk Anda. Anda tidak perlu isi acara demikian, Anda sudah terkenal dan sudah menjadi public figure sebelumnya, nanti malah lebih membingunkan masyarakat, dan citra Anda bukan naik malah akan jatuh. Jangan paksa keadaan seakan Anda mau jadi pahlawan “rakyat”–“maaf”, jadi sekali lagi Anda diam saja…..Anda tidak tau fakta di lapangan…OK)

2. Bung Tamtowi ………. Memang betul ada namanya Musrembang mulai kab/kota/prov/pusat, namun yang masalah adalah sejak otoda digulirkan, itu berjalan setengah hati (Anda tidak tau karena geliat Anda di Entertaiment Bisnis, Anda tidak punya pengalaman disini, maaf)……….. Sesuai “Fakta dan Data” yang terjadi dilapangan Bung Tamtowi …… OTODA itu BERJALAN SETENGAH HATI karena, otoda hanya sampai di kab/kota (finish di Bupati/Walikota bukan di Kepala Desa/Kelurahan), artinya dalam perencanaan yang dilakukan kab/kota, tidak libatkan masyarakat sebagai atau termasuk stakeholdernya pembangunan itu (tapi cuma penonton dan diatasnamakn saja), justru kita sering sama dengar bahwa karena adanya “otoda” semakin menjamurlah raja-raja kecil di daerah, itu sebuah konsekuensi karena otoda berjalan setengah hati, padahal otoda bagus Cuma manusia yang menjalankannya adalah serakah atau rakus materi dan kekuasaan.

Dalam Musrembangda di kab/kota, Kepala Desa/Kelurahan dan Camat, dihadirkan dan ada sih usul masuk tapi hanya formalitas belaka dan mereka manggut saja dan ABS (asal bapak-bupati/walikota-senang)……Itu yang terjadi Bung Tamtowi, pusat masalahnya ada di pra Musrembangda bukan di Musrembangnas. Sebenarnya legislative ketahui ini atau pura-pura tidak tahu, namun mereka biarkan, dan biasanya pula pada momentum ini proyek dibagi habis sebelum APBN/APBD terealisasi ke daerah, terjadi pen”jatah”an proyek (salah satu modus korupsi berjamaah). Nah apalagi kalau momentum Dana Aspirasi, lebih amburadul lagi,

Anda saja, tentu tidak tau apa aspirasi di Dapil Anda sendiri… (pertanyaan yang sama juga diajukan Fajrul Rahman dan Anda tidak mampu jawab itu kan ……? saya berani prediksi/estimasi 90% output musrembang disusun dan direncanakan oleh kab/kota (lebih gawat lagi perencanaan itu dibuat berdasarkan kepentingan tertentu (person) pejabatnya, bukan hasil musyawarah atau aspirasi atau kebutuhan masyarakat itu sendiri).

Perencanaan yang menjadi APBNP 2011 itu lebih 1.000 T. Karena perencanaan itu sedikit kurang fair (tidak melibatkan lansung rakyat yang Anda wakili, termasuk anggota DPR lainnya) maka sebaiknya itu saja yang diawasi (sesuai fungsi legislasi Anda), tidak usah ada dana khusus seperti “dana aspirasi” yang 8,4 T itu (@15 M/anggota DPR) untk diawasi langsung oleh Anggota DPR, namun bagi hitungan saya, 15 M/anggota DPR itu terlalu sedikit, katanya tanggung…..ga bisa berbuat apa-apa, ya paling di korup saja, atau dalam bentuk money politik sebagai investasi Pileg 2014……Hebat dan Hebat. Dan yang Hebat bukan Partai Golkar tapi Partai Koalisinya Presiden Yudhoyono.

3. Slogan Partai Golkar adalah “Suara Golkar, Suara Rakyat”, jangan buktikan slogan itu dengan meminta dana aspirasi, tapi coba buktikan slogan itu dengan menata manajemen otonomi daerah, supaya benar-benar berjalan sesuai eksistensi otoda, yaitu berakhir di desa/kelurahan atau biasa juga disebut otonomi desa (otonomi desa bukan hanya sekedar pemilihan langsung kepala desa) bukan disitu substansi yang saya maksud, tapi libatkan masyarakat secara lansung dalam proses perencanaan, bukan hanya libatkan sekedar saat pemilihan kepala desa, kasian rakyat, selalu atas nama saja. Berdaulat tapi Lemah…….Rakyat harus kuat kalau negara mau kuat pula.

image

Tidak dipungkiri bahwa Dana Aspirasi atau P4D (Program Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah) tsb, jelas sebagian besar anggota DPR menolak usulan Partai Golkar tersebut. Juga termasuk muncul penolakan dari Menko. Perekonomian Hatta Rajasa dan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. Kita tidak tahu apakah penolakan itu “benar atau tidak” karena pada dasarnya jika usulan itu diterima DPR dan pemerintah—apakah secara terpaksa atau tidak—jelas sangat menguntungkan bagi setiap dan semua anggota DPR. Karena dana aspirasi itu membuka peluang lebih besar memperkuat posisi mereka (vis-a-vis konstituen) masing-masing yang bakal menimbulkan berbagai implikasi dan dampak positif ataupun negatif. Keyakinan saya (penulis) kalau toh lolos, akan diterima secara paksa “voting”, karena disitu letak sandiwaranya wacana ini.

Teman kompasianer, tolong bantu jawabannya, rakyat butuh penjelasan yang riel dan masuk akal. Benar atau salahkah konsep “Dana Aspirasi” ini, ada kesepakatan bersama dengan “Partai Koalisi” kah, dan kenapa mesti “Dana Aspirasi” ganti nama menjadi Dana P4D(Program Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah) ?????? Benarkah nanti ujungnya Voting…lalu masing-2 Anggota DPR dengan suka cita kedapilnya berinvestasi politik ? Benarkah dugaan bahwa Anggota DPR akan sinergi Bupati/Walikota dalam mengelola dana P4D itu..?

image

Benar atau salahkah dugaan-dugaan tersebut diatas ???? Terimakasih sobat kompasianer sempatkan komentar, dan untuk itu akan saya infokan ke masyarakat sekitar saya, syukur kalau sobat kompasianer bersedia/dapat juga menyampaikan rakyat disekitarnya….Mari kita “rakyat” bersatu melawan praktek-praktek tidak benar dalam menata republic ini ….. bantu rakyat berarti bantu diri sendiri, karena kita berada dikomunitas itu….salam.

image

Sedari dulu Golkar menjadi Pejuang mengatas namakn Rakyat, Kenyaannya Golkar selalu mendukung ide-ide menyengsarakan Rakyat.

Masih adakah yang lebih Munafik !

Aburizal Bakrie Tak Punya Malu?

clip_image002

Sitor Situmorang dan Daoed Joesoef jelas menolak menerima hadiah penghargaan Bakrie Award 2010 tetapi Aburizal Bakrie dalam lembaran pidatonya yang ada di Kompas Minggu, 15 Agustus 2010 berjudul: “Maju Terus Negeriku” tetap mencantumkan foto-foto Sitor Situmorang dan Daoed Joesoef.

Saya kutipkan sebagian isi pidato Aburizal Bakrie (dalam teks Italic)  yang ada di Kompas kemarin:

Saya mengerti tidak semua tokoh yang mendapat penghargaan Ahmad Bakrie menyambutnya dengan tangan terbuka. Sitor Situmorang dan Daoed Joesoef telah mengatakan bahwa mereka menolak menerima penghargaan ini.

Aburizal Bakrie, nampak jelas siapa yang menerima penghargaan dari keluarga anda: Daniel Murdiyarso (Sains), Sjamsoe’oed Sadjad (Teknologi), S. Yati Sunarto (Kedokteran) dan Ratno Muryadi (Tokoh Muda Berprestasi). Nurani keempat orang ini saya kira sudah tak berfungsi dengan baik. Kalau mereka kais-kais nurani mereka ke dalam dirinya dengan tenang, saya kira mereka akan malu sendiri dan dengan wajah tegak mengembalikan hadiah dari Bakrie. Kenapa tidak?

Tak terima hadiah dari keluarga Bakrie tentu saja tak akan bikin keempat orang ini dan keluarganya kelaparan. Kalau mau kreatif sedikit mau “menampar” itu wajah Aburizal Bakrie, silahkan uang yang mereka terima seutuhnya diberikan kepada para korban lumpur Lapindo Bakrie.

Sitor Situmorang adalah sastrawan dan Daoed Joesoef adalah pemikir sosial. Kedua bidang humaniora ini adalah pertahanan penting dalam diri manusia yang beradab. Bagaimana mungkin mereka mau terima hadiah dari keluarga Bakrie itu?

Bakrie, lihatlah penderitaan manusia akibat ulah perusahaan Anda yang memproduksi lumpur di Porong sana. Jangan sok hebat begitulah. Nurani pasti lebih berharga daripada uang Anda yang berkarung-karung itu!

clip_image003

Akibat ulah PT Lapindo milik keluarga Bakrie (Sumber: http://www.tabloidkampus.com/index.php?edisi=6)

Frans Magnis Suseno salah satu tokoh Indonesia yang sudah menolak penghargaan dari Anda. Memang memalukan kalau harus menerima penghargaan dari pemilik perusahaan yang menghancurkan sesamanya seperti lumpur Lapindo Anda itu. Menerima hadiah dari Anda adalah sebuah tindakan murahan alias kemaruk. Hanya mereka yang rakus uang yang tetap mau menerima hadiah Ahmad Bakrie setelah jelas-jelas lumpur Lapindon menyengsarakan penduduk negeri ini.

Saya memahami dan menghormati keputusan kedua tokoh tersebut. Tetapi penolakan mereka tidak sedikitpun mengurangi penghargaan kita kepada keduanya, serta tidak sedikitpun mengurangi jasa dan peran yang telah mereka berikan kepada negeri kita yang tercinta ini.

Hadiah dari Ahmad Bakrie yang ditolak itu sama sekali tidak mempengaruhi prestasi Sitor Situmorang dan Daoed Joesef serta tokoh lain seperti Frans Magnis Suseno. Justru Aburizal Bakrie!, kalau mereka ini terima hadiah dari keluarga Anda itu, mereka akan bau. Menerima hadiah dari keluarga Anda berarti merendahkan diri mereka sendiri; menista nurani.

clip_image004

Rumah-rumah tenggelam akibat lumpur Lapindo perusahaan keluarga Bakrie. (Sumber: http://prabowosubianto.info)

Negeri tercinta anda bilang? Daripada memberi hadiah yang sok-hebat macam itu, apa tidak lebih baik uang itu Anda berikan kepada para korban lumpur Lapindo? Itu jauh lebih bermartabat!

Sastrawan-pemikir Prancis, Jean Paul Sartre pada tahun 1964 menolak pemberian Nobel Prize untuk Sastra. Dia melakukannya untuk memberikan sebuah sikap dan pernyataan politik. Sikap Sartre tidak kemudian mengecilkan arti atau mengurangi makna pemberian Nobel Prize. Malah sebaliknya, hadiah tersebut dianggap begitu penting sehingga tokoh sekelas Sartre merasa perlu menggunakannya untuk mengundang perhatian dunia atas sikapnya.

Akh, sudah merasa Ahmad Bakrie Award sekelas Nobel Prize ya? Yang benar! Jauh lebih terhormat kalau Anda bisa mengatasi persoalan lumpur Lapindo daripada harus terus meneruskan memberikan hadiah Ahmad Bakrie award. Gunawan Muhammad sudah mengembalikan hadiah dari Anda, Frans magnis Suseno menolak. Sekarang ini, dua dari enam menolak lagi. Apa Anda itu tidak malu atau memang sudah tak punya rasa-malu?

Sitor Situmorang dan Daoed Joesoef apa perlunya bagi kedua tokoh ini menolak hadiah dari keluarga Bakrie demi mencari perhatian? Yang cari perhatian itu kan Aburizal Bakrie dan keluarganya. Justru orang akan lebih tahu bahwa penolakan Situmorang dan Joesoef ini ada kaitannya dengan tindakan perusahaan Bakrie seperti di Porong itu; menyengsarakan manusia yang adalah penduduk negeri yang konon Aburizal Bakrie cintai itu.

Kurang lebih begitulah kita harus memahami penolakan tokoh dan makna penghargaan Ahmad Bakrie sekarang ini, tentu dalam konteks dan situasi Indonesia kontemporer.

Kita? Jangan bawa-bawa orang lain dong; bilang saja “kami”, jangan pakai “kita”.

Jauh lebih bermartabat dan sportif kalau masalah seperti lumpur Lapindo selesai dengan baik lalu Anda lanjutkan pemberian hadiah-hadiah itu sebagai salah satu cara untuk menaikkan kelas sosial dan pengaruh Anda serta melebarkan sayap-sayap bisnis Anda.***