Sunday, August 26, 2012

Penyusupan (infiltrasi) Zionisme ke Amerika -2

 
Infiltrasi dan kekuasaan zionisme di berbagai struktur pemerintahan AS, termasuk di jantung
gedung putih, adalah masalah yang berkali-kali dibicarakan di lembaga-lembaga politik dunia.
Kekuasaan atas media massa, struktur politik, militer dan sosial di AS, dan pada akhirnya infiltrasi
serta kekuasaan zionisme di dalam sistem perekonomian AS, adalah sesuatu yang selalu muncul
di dunia sebagai faktor saling pengaruh-mempengaruhi antara AS dan rezim zionis. David Luchins,
wakil ketua Asosiasi Kerjasama Yahudi Ortodoks AS, dalam hal ini berkata, “Kami bukan sebagai
kelompok minoritas, tetapi bagian dari mayoritas dimana segala sesuatu yang kami inginkan, pasti
akan berlaku.”
Oleh sebab itulah, dengan mempelajari sejarah 55 tahun pendudukan Palestina dan deklarasi
keberadaan ilegal rezim zionis, kita lihat bahwa semua presiden AS tanpa terkecuali, pasti
melakukan pertemuan dan dialog dengan para pemimpin Yahudi dan pemimpin Israel. Dokumendokumen
terpercaya juga menunjukkan bahwa pertahunnya 1/5 dari seluruh bantuan luar negeri AS
diberikan kepada rezim zionis. Selain itu, berbagai kedutaan dam konsulat luar negeri AS selalu
memiliki diplomat-diplomat yang bertugas mempelajari berbagai jalan perluasan hubungan
dengan warga Yahudi Amerika, dalam rangka menjaga interes negara mereka. Di kalangan para
diplomat asing, beredar pemeo terkenal sebagai berikut; “Jika Anda ingin memperoleh mediator
yang handal di AS untuk menyelesaikan kesulitan-kesulitan negara Anda, maka Anda dapat
memanfaatkan pengaruh warga Yahudi Amerika.”
Akan tetapi siapakah tokoh-tokoh Yahudi dan bagaimana sejarah kehadiran mereka di dalam
berbagai struktur pemerintahan AS? Jawabannya ialah sebagaimana tercatat dalam sejarah
sebagai berikut:
                                             Jahudi tidak pernah bisa dikritik di Amerika

Di awal abad ke-20 di tahun 1916, Loise de Brandis, diutus oleh kader kepemimpinan zionisme di
Eropa untuk menarik dukungan warga Yahudi Amerika. Idenya untuk memperkenalkan zionisme
bukan sebagai sebuah gerakan nasionalis, akan tetapi sebagai gerakan pencari jalan keluar untuk
menyelamatkan bangsa Yahudi, membuat para pendukung zionisme di AS melonjak dari 12 ribu
orang menjadi 150 ribu orang. Brandis sendiri berkata :
“Dukungan kepada zionisme bukan berarti hijrahnya seorang Yahudi atau perolehan
kewaraganegaraan asing. Tetapi, untuk menciptakan Amerika yang lebih baik, kita harus menjadi
Yahudi yang baik, dan untuk menjadi Yahudi yang baik, kita harus menjadi seorang zionis.”
Efektifitas slogan seperti itu dalam menarik keanggotaan dari masyarakat Yahudi Amerika, telah
membuka peluang yang amat luas bagi terbentuk dan terlembaganya masyarakat Yahudi Amerika.
Dengan demikian, setelah berabad-abad, melalui warga Yahudi imigran dan dengan bantuan
zionis Eropa, terbentuklah masyarakat Yahudi AS; dan Amerika pun dipilih sebagai tempat yang
dianggap paling sesuai untuk pusat aktifitas mereka.
Jelas sekali bahwa terlepas dari kepentingan-kepentingan berbagai kekuatan imperialis, borjuisme
baru kemunculan Yahudi Eropa di abad ke-20, adalah para pendukung dan pendiri gerakan
zionisme dan keberadaan Yahudi di AS dan Israel. Sesungguhnya, borjuisme Yahudi di paruh
kedua abad ke-19, bahu-membahu dengan imperialisme Eropa, memiliki peran utama dalam
menciptakan gerakan zionisme dan rancangan penempatan Yahudi di Palestina.
Karena, melihat kondisi perekonomian dan sosial abad ke-19 serta munculnya aliran-aliran baru di
tengah masyarakat Yahudi Eropa dengan tujuan beraktifitas di negara-negara tuan rumah, berbagai
kepentingan borjuisme Yahudi dan para pemimpin agama Yahudi benar-benar menghadapi
bahaya. Berbareng dengan munculnya kapitalisme, kepungan-kepungan di sekeliling warga Yahudi
hancur dan masyarakat Yahudi secara perlahan mulai di terima dan melebur ke dalam bangsabangsa
Eropa.
Dari sisi ini, warga Yahudi yang telah merdeka di Barat tidak lagi memandang diri mereka sebagai
warga terkucil, tetapi sebagai bagian tak terpisahkan dari bangsa Eropa. Bahkan pada saat itu
mereka telah disebut sebagai Yahudi Inggris, Perancis dan negara-negara Eropa lainnya.
Perubahan di abad ke-20 ini menimpakan pukulan berat pada Judaisme yang selama itu
merupakan sandaran utama para bankir, pemilik pabrik dan kalangan bisnis Yahudi.
Perbedaan kelas dan perselisihan ras di dalam masyarakat Yahudi dan upaya kalangan elit kaya
Yahudi untuk keluar dari kontrol para pemimpin agama, membuat mereka berusaha merebut
kendali masyarakat Yahudi dari para pemuka agama, dengan tujuan menegakkan dan menguatkan
Judaisme terpusat. Kepemimpinan ini juga harus berputar di sekitar poros gerakan zionisme.
Sebagai sebuah gerakan murni politik dan dengan memanfaatkan atau lebih tepatnya
menyalahgunakan, agama Yahudi, zionisme mampu bekerja sebagai sumber kekuatan borjuisme
Yahudi. Tak diragukan, bahwa zionisme diciptakan oleh para kapitalis Yahudi dengan tujuan
menegakkan kembali kekuasaan dan kekuatan yang hilang, juga untuk mencegah meleburnya
warga Yahudi di negara-negara Eropa serta menarik kekayaan Yahudi di Barat ke sebuah pusat
tertentu.
Oleh karena itulah lembaga-lembaga keuangan dan politik Yahudi serta organisasi-organisasi
internasional zionisme didirikan oleh para kapitalis Yahudi Eropa dan dengan berada di AS
kemudian Palestina, mereka menjalin ikatan diantara keduanya. Di abad ke-21 ini, salah satu
pemimpin organisasi Yahudi Amerika, berkata,
“Hari ini, kita masyarakat Yahudi Amerika, telah berhasil, baik di tingkat internal dan nasional,
maupun di tingkat internasional, merealisasikan sesuatu yang tidak pernah diimpikan oleh nenek
moyang kita. Melanjutkan perjuangan mereka, kini putra-putra mereka telah berhasil memperoleh
kekuatan yang sedemikian besar di Amerika. Ini semua adalah berkat kerjasama lembagalembaga
Yahudi zionis di AS.”
Dari sisilah maka saat ini, setelah lewat beberapa dekade, kita menyaksikan bahwa kaum zionis
berhasil memperoleh berbagai jabatan di dalam struktur politik, sosial, ekonomi dan kebudayaan
AS; dan dengan leluasa mereka mengendalikan kebijakan AS kemana pun mereka kehendaki.
Sementara itu, dukungan-dukungan penuh lembaga-lembaga eksekutif dan selain eksekutif AS
kepada Israel, juga infiltrasi rezim zionis di dalam struktur diplomasi Washington, terutama dalam
pengambilan kebijakan AS di Timur Tengah, sangat kentara menunjukkan adanya pengaruh lobi
zionis di AS

Penyusupan (Infiltrasi) Zionisme di Amerika -1




Sudah sejak lama dunia menyaksikan konsolidasi AS dan Rezim Zionis, serta dukungan Gedung
Putih kepada Zionisme dalam memperkuat kekuasaan Israel di kawasan Timur Tengah.
Pembunuhan warga Palestina, instabilitas di Suriah dan Lebanon, perluasaan gudang senjata
nuklir Israel, dan masalah-masalah lainnya adalah hasil persekongkolan Washington-Tel Aviv yang membahayakan situasi di kawasan
.
Zionisme yang merupakan sebuah gerakan politik itu, mengumumkan eksistensinya pada tahun
1897. Bersamaan dengan dimulainya perang dunia pertama, keterkaitan kepentingan kekuatan-kekuatan besar dunia dengan gerakan Zionisme menjadi pemicu penandatangan deklarasi Balfour yang berujung dengan terbentuknya rezim ilegal Zionis di tanah Palestina. Tepatnya tanggal 2 November 1917, Menteri Luar Negeri Inggris yang waktu dijabat oleh Arthur James Balfour,mengeluarkan pernyataan yang berisi keterangan mengenai pembentukan “tanah air bangsa Yahudi” di Palestina. Kebanyakan para pemimpin Zionis saat itu adalah orang-orang liberal yang tidak mempercayai agama Yahudi. Mereka pada awalnya tidak memandang Palestina sebagai negeri yang akan menjadi milik orang-orang Yahudi.

Untuk pertama kalinya masalah pembentukan negara Zionis diketengahkan oleh negara-negara
kolonialis Eropa. Pembentukan negara Zionis di tanah Palestina itu dimaksudkan untuk menjaga
kepentingan negara-negara Eropa di kawasan strategis Timur Tengah. Palestina yang terletak di
pusat pemerintahan Ottoman serata dekat dengan Mediteranian dan terusan Suez, merupakan
kawasan penting untuk Eropa. Dalam hal ini seorang kritikus besar Yahudi anti Zionis, Moshe
Manuhin mengatakan, “Hingga abad 19 tidak ada yang namanya Zionisme. Kesombongan Eropalah yang menciptakan politik nasionalisme pembawa bencana dan kekonyolan untuk orang-orang Yahudi, dengan nama Zionisme. Seandainya Zionisme tidak ada, pemerintah Inggris pasti akan menciptakan gerakan seperti ini.”
Century Club: Yehudi with his mom at her 100th birthday party in 1996. Photo by Kirsten Radasch
Ada beberapa faktor yang mendorong Zionisme menyatakan eksistensinya di dunia. Faktor tersebut adalah runtuhnya pemerintahan Ottoman di Turki, pecahnya perang dunia pertama, serta pro dan kontra kepentingan Eropa. Di awal abad 20 pemerintah Inggris sudah menyiapkan pembentukan negara Zionis di tanah air bangsa Palestina. Jelas bahwa Inggris tidak dapat menerima kehadiran kekuatan lain di kawasan Timur Tegah yang berada di bawah kekuasaanya. Inggris berpikir untuk tetap menjaga kepentingannya di kawasan. Dengan alasan inilah, Inggris mengijinkan orang-orang Yahudi untuk berimigrasi dan tinggal di Palestina, yang untuk selanjutnya dimanfaatkan membentuk negara Yahudi di sana. Dengan demikian, Inggris berharap bisa memperkuat kekuasaannya di dunia Arab.

Setelah tiga dekade berlalu dari pendudukan Inggris atas Palestina, seluruh infrastuktur Palestina
dihancurkan oleh gerakan Zionis dan diubah menjadi pusat-pusat perekonomian, budaya, dan
politik Zionis. Setelah 30 tahun berlalu, masa keemasan hubungan Zionis dan pemerintah Inggris
berakhir bersamaan dengan dimulainya perang dunia kedua serta kebangkitan rakyat Palestina
melawan Zionisme dan Inggris. London yang merasa kepentingannya terancam mengambil
kebijakan yang berbeda dengan gerakan Zionis dengan tujuan untuk menjaga hubungan dengan
dunia Arab. Hasilnya adalah, gerakan Zionisme harus berhadapan dengan Inggris.
Yang menarik adalah, orang-orang Eropa pendukung Zionisme sendiri menyadari bahwa dalam
sejarah tidak ada bukti-bukti hak kepemilikan kaum Yahudi atas negeri Palestina. Pada tahun 1920,
para bangsawan Inggris yang bergelar Lord terlibat pembahasan sengit menyangkut penguasaan
Inggris atas Palestina dan deklarasi Balfour. 
 
Salah seorang bangsawan Inggris bernama Lord Sydenham mengatakan, “Palestina bukan negeri orang-orang Yahudi. Akan tetapi orang-orang Yahudi merampasnya setelah sebelumnya melakukan pembunuhan terhadap warga Palestina.Jika orang-orang Yahudi dapat memiliki Palestina, orang-orang Romawi juga bisa mengklaim kepemilikan mereka atas Inggris”.

Namun dengan pecahnya perang dunia kedua, AS muncul sebagai kekuatan baru di kancah politik
dunia internasional dan kawasan Timteng. Dari satu sisi, kekuatan militer dan keuangan AS, dan
dari sisi lain, pengaruh orang-orang Zionis dalam pemerintahan AS merupakan dua faktor yang
mendorong gerakan Zionisme bernaung di bawah payung AS dan melawan Inggris. Hal ini
ditambah lagi dengan ketamakan imperialis AS yang akhirnya menjadikan gerakan Zionisme
sebagai sekutunya di kawasan Timur Tengah. Khususnya pada tahun 1930 saat Washington
mengincar sumber-sumber minyak di Arab Saudi dan Teluk Persia. Saat itulah AS menandatangani
berbagai kontrak penting dengan para pemimpin negara-negara Arab untuk mengeksploitasi
minyak di kawasan. Di sisi lain, AS juga memandang kawasan Timur Tengah khususnya negaranegara
Arab sebagai pasar yang sangat menjanjikan untuk konsumsi barang-barang produksi AS.
Beranjak dari sini, ketika diadakan konferensi Zionis di hotel Bilt More, New York, pada tahun 1942, pemerintah Washington menyatakan dukungannya kepada pembentukan negara Yahudi di
Palestina.Kekuatan Inggris pada saat itu sudah sangat lemah akibat perang dunia kedua. Inggris tidak lagi mampu menyatukan sekutu-sekutunya untuk menghadapi tekanan Amerika Serikat. Untuk itu, pada tahun 1948, pemerintah Inggris secara resmi mengakhiri masa pendudukannya selama 30 tahun atas negeri Palestina. Selanjutnya, masalah Palestina dilimpahkan kepada Perserikatan Bangsa bangsa yang saat itu masih seumur jagung. Sayangnya, PBB yang banyak dipengaruhi oleh kekuatan-kekuatan imperialis dunia semisal AS mengeluarkan keputusan yang bertolak belakang dengan tuntutan dan kemauan rakyat Palestina dan bangsa Arab, dengan membagi negeri Palestina menjadi dua bagian, Palestina dan Yahudi pada tanggal 29 November 1947.
Keputusan yang disahkan oleh Majleis Umum PBB itu ditindaklanjuti oleh orang-orang Zionis untuk mengumumkan pembentukan rezim dengan nama Israel pada tanggal 14 Mei tahun 1948.
Pembentukan rezim tak legal dengan dukungan AS ini, diumumkan hanya selang beberapa jam
setelah Inggris secara resmi keluar dari Palestina. Sejak itulah, kaum Zionis mengusai sebagian
besar wilayah negeri Palestina.

Thursday, March 29, 2012

5 Hewan yang Dapat Memancarkan Cahaya


29.3.12

1. Kunang-kunang
Ada lebih 2.000 spesies kunang-kunang, yang sebenarnya adalah kumbang bersayap. Mekanisme bercahaya kunang-kunang biasanya menunjukkan beberapa informasi misalnya masa hidupnya. Kunang-kunang bersinar bahkan ketika mereka masih berupa larva kecil. Kedipan kepucatan mereka, cahaya kapur bertindak sebagai peringatan bagi pemangsa.

2.Ubur-ubur Jengger
Ubur-ubur jengger (Ctenophore) adalah makhluk lembut yang mirip dengan ubur-ubur dan anemon laut. Mereka umumnya memakan tanaman mikroskopis dan hewan-hewan laut kecil. Sebagian menangkap mangsa menggunakan tentakel (organ menyerupai belalai) yang lengket dan dapat bergerak di air seperti tali alat memancing. Selain itu, hampir semua ubur-ubur jengger memiliki sel penghasil cahaya khusus di sepanjang punggung tubuh mereka yang berlipit.

3. Cacing Bom
Spesies cacing baru yang ditemukan di kedalaman laut memiliki keunikan karena tubuhnya bisa menampakkan cahaya. Ilmuwan mengatakan, cacing langka itu bisa mengeluarkan "bom alami" dari pendaran cahaya dalam tubuhnya. Karena kemampuannya yang unik itu cacing itu mendapatkan nama ilmiah Swima bombiviridis. Karen Osborn dan timnya dari Scripps Institution of Oceanography di University of California, San Diego, melaporkan temuan tujuh spesies cacing baru dalam jurnal ilmiah Sains.

4. Anglerfish
Anglerfish merupakan ikan yg unik. Penampilannya sekilas menyeramkan karena tubuhnya berbentuk bulat & memiliki mulut yg lebar & bertaring melengkung panjang. Ciri khas lain ikan angler adalah organ lampu pada semacam "tali pancing" di bagian atas moncongnya. Ikan angler jenis lain, misalnya Thaumaticthys pagidostomus, memiliki organ cahaya di bawah giginya. Ikan angler tidak memiliki gelembung renang ( karena pada kedalaman itu gelembung renang atau paru-paru manusia) akan hancur akibat tekanan bawah laut, sehingga ikan itu menghabiskan seluruh hidupnya di laut dalam & tidak pernah naik ke permukaan.

5. Krill
Krill adalah crustacea seperti udang yang dapat ditemui di semua samudera dunia. Mereka dimakan oleh banyak binatang, termasuk burung, paus, cumi-cumi dan hiu paus. Mereka biasanya ditemukan pada grup besar, dengan lebih dari 10.000 krill per meter kubik. Kelebihan dari krill ini yaitu mereka bisa memancarkan cahaya dari tubuhnya untuk menakuti pemangsanya.

Sunday, February 5, 2012

Rahasia si Bintang Vampir

 
Anda penggemar Twilight saga? Tertarik ingin melihat bagaimana Vampir bekerja menghisap hidup makhluk lainnya? Kali ini alam semesta punya cerita tentang bintang vampir yang menghisap hidup bintang lainnya.
Sistem Bintang Ganda SS Leporis. Kredit : ESO/Digitized Sky Survey 2. Acknowledgment: Davide De Martin.
Astronom berhasil melihat kisah ini ketika mereka menggabungkan 4 teleskop di Observatorium Paranal milik ESO dan membentuk teleskop virtual berdiameter 130 meter dengan ketajaman pandangan 50 kali lebih tajam dari teleskop Hubble.
Ketajaman dari ke-4 teleskop VLT dalam mengumpulkan cahaya tidak hanya menghasilkan citra atau gambar yang tajam lebih cepat dari biasanya. Yang tampak dari kerja telekop virtual ini adalah sebuah bintang yang kehilangan sebagian besar materinya dihisap oleh pasangan vampirnya. ups! Tapi ada yang menarik. Hasil pengamatan menunjukkan kalau transfer massa dari bintang yang satu ke bintang lainnya bisa lebih lembut dari yang diperkirakan.
Citra kedua bintang yang diambil dengan teleskop virtual atau teleskop maya ini sangat tajam sehingga, para astronom tidak hanya melihat kedua bintang mengorbit satu sama lainnya tapi juga bisa mengukur ukuran bintang terbesar di antara keduanya.
Pasangan Bintang Yang Kehilangan Materi
Bintang yang diamati oleh para astronom menggunakan teleskop virtual di Observatorium Paranal merupakan sistem bintang ganda bernama SS Leporis di rasi Lepus (kelinci). Sistem LsS Leporis merupakan sistem yang tidak biasa yang terdiri dari dua bintang yang mengitari satu sama lainnya selama 260 hari.
Jarak antar keduanya cukup dekat hanya sedikit lebih jauh dari jarak antara Matahari dan Bumi. Dalam rentang jarak itu, bintang yang terbesar dan terdingin merentang sekitar 1/4 jarak keduanya – atau dengan kata lain bintang yang besar ini besarnya sampai jarak Merkurius. Karena jarak keduanya yang dekat, bintang pasangan yang lebih panas telah menghisap setengah massa bintang yang lebih besar.
Bintang pasangan SS Leporis yang dilihat teleskop maya VLT. Kredit : ESO/PIONIER/IPAG
Menurut Henri Boffin dari ESO, bintang ganda ini memang unik dan materinya mengalir dari bintang satu ke yang lainnya. Yang tidak biasa adalah cara transfer massanya yang berbeda dari model yang sudah ada sebelumnya. Gigitan bintang vampir ini jauh lebih lembut dan lebih efektif. Observasi tersebut juga cukup tajam untuk menunjukkan kalau bintang raksasa di sistem tersebut lebih kecil dari yang diperkirakan sebelumnya. Akibatnya jadi lebih sulit untuk menjelaskan bagaimana bintang raksasa merah mengalami kehilangan materi pada bintang pasangannya.
Para astronom menduga yang terjadi bukanlah aliran materi dari bintang yang satu ke yang lainnya melainkan materi itu dihembuskan dari bintang raksasa sebagai angin bintang dan ditangkap oleh pasangannya yang lebih panas.
 

Pembantaian 40.000 BAngsa Indonesia di Sulawesi Selatan oleh Westerling


Dalam buku berjudul Westerling, 'De Eenling' (1982), buku yang ditulis oleh Westerling sendiri bersama Dominique Venner, bab yang mengisahkan tindakannya di Sulawesi Selatan diberinya judul Kesengsaraan Rakyat.

Buku itu merupakan versi rombakan dari otobiografinya, yang semula terbit dalam bahasa Prancis (1952), dan buku karya Dominique Venner, ahli sejarah militer berkebangsaan Prancis (1977). Dalam buku itu, Westerling, yang selain jago tembak juga seorang pengisah ulung, menceritakan tahap demi tahap rencana pembunuhannya di Sulawesi dengan penuh detail. Arsip dan dokumen memberi gambaran lebih jelas tentang suasana sekitar peristiwa itu. Namun dalam buku itu Westerling tidak memberikan angka pasti berapa jumlah korban jatuh oleh ulahnya.
 
Dalam Challange to Terror, otobiografinya yang diterjemahkan dari bahasa Prancis oleh Waverley Root, Raymond 'Turk' Westerling menulis: Orang-orang Republik Jawa itu bilang korban yang jatuh di Sulawesi ada 15.000. Ini masih mending. Belakangan tambah lagi jadi 20.000 dan tambah lagi jadi 30.000 dan akhirnya jadi 42.000. mereka mau supaya orang mencaciku, sampai-sampai PBB diberi tahu. Yang betulnya: kurang dari 600 'teroris' yang mati, dan dari pihakku 3 orang. Bukankah maksudku sekedar menindas 'teror' dan menghalau Jawa-Jawa itu dari Sulawesi?"

Kamis, 5 Desember 1946 (ada juga versi yang menyebut 6 Desember), Pasukan Khusus Baret Hijau mendarat di Makassar di bawah pimpinan Letnan Satu Westerling. Sebelumnya, pertengahan November, Pembantu Letnan Vermeulen telah tiba di Makassar guna mencari sasaran, agar tugas Westerling lancar. Di Sulawesi Selatan inilah pangkat pimpinan Baret Hijau dinaikkan menjadi kapten oleh Kolonel De Vries, Komandan Teritorial Borneo dan Timur Besar.

Belum lima hari di Makassar, Westerling memulai gerakannya. Dinihari 11 Desember, Makassar timur mendapat giliran pertama. Pilihan daerah operasi ini karena diduganya dua pimpinan gerakan perjuangan bersembunyi di kampung Batua. Yakni Robert Wolter Monginsidi dan Ali Malakka.


Pasukan Baret Hijau, jumlah sekitar 130 orang, dipecah dua. Tugasnya jelas dan gamblang: mengumpulkan penduduk kampung, mencari senjata. Bila di sebuah rumah kedapatan senjata, langsung rumah itu dibakar.
Kepada orang-orang yang dikumpulkan, Westerling berpidato bahwa tindakannya bukan tindakan politik, demikian kata Willem Ijzereef, sejarawan Belanda, dalam bukunya De Zuid-Celebes Affaire, Kapitein Westerling en de standrechtelijk executies (Peristiwa Sulawesi Selatan, Kapten Westerling dan Pembunuhan dalam Keadaan Hukum Perang). Dan segera saja yang disebutkannya sebagai bukan tindakan politik itu terwujud. Seorang ditembak mati. Kelompok Baret Hijau yang lain melihat sekelompok lelaki bersenjata. Segera tujuh orang tergeletak tak bernyawa.
Hari itu sekitar 3.000 penduduk dikumpulkan dari Batua dan sekitarnya. Laki-laki dipisahkan dari wanita dan anak-anak. Kemudian Westerling membacakan 74 nama yang dicari, yang disebutnya 'pemimpin gerakan perlawanan, pembunuh, dan perampok.' Setelah mengintimidasi sambil memberikan contoh nasib orang yang tak mau menunjukkan nama-nama itu (langsung ditembak di tempat) diperolehlah 32 nama dari 74 yang dicari. 32 orang itu begitu saja dinyatakan bersalah, lalu diberondong senapan. Belum cukup. Kampung Batua lalu dihujani mortir, kemudian dibakar. Dilaporkan operasi dari pukul setengah empat pagi sampai setengah satu siang itu menelan 42 korban.

Esoknya, 12 Desember, daerah delta Sungai Jeneberang pun dioperasi. Diduga di situlah perdagangan senjata 'kaum ekstremis' dilakukan. Sebuah kampung dibakar. Sekitar 1.500 penduduk dikumpulkan. Sebuah perahu yang kebetulan lewat, tiga penumpangnya langsung dihabisi.

Dengan interogasi kilat dari 1.500 orang yang dikumpulkan diperoleh 61 nama yang langsung dihukum mati. Jumlah korban hari itu 80-an. Setelah dua kali operasi Westerling mendapat pujian dari Kolonel De Vries. Penguasa teritorial itu pun memuji-muji cara Westerling bertindak.

Kampung Kalukuang, jadi sasaran hari berikutnya. Terjadi sedikit perlawanan. Tapi kedua belas yang melawan itu tewas seluruhnya. Penduduk kampung lalu dikumpulkan di suatu tempat. Delapan orang mencoba melarikan diri, semuanya ditembak mati. Seorang perempuan meninggal.

Pengusutan pun segera dilakukan. Ditemukanlah Letnan Tentara Rakyat Indonesia Abdul Latief dan sejumlah anggota pasukannya. Abdul Latief tak ikut ditembak mati karena bisa bahasa Belanda. Ia cuma ditawan. Hal itu diakui Westerling sendiri kemudian.
"Ya, nasionalis Abdul Latief dan Hamzah, mereka itu nasionalis. Saya berkeyakinan dia pemimpin yang baik dan muda, jujur, dan banyak menyusahkan saya, tapi saya tidak membunuhnya. Juga Wolter Monginsidi, dia pintar berkelahi tapi dia bukan penjahat. Saya pernah bertempur melawan dia," (Ekspres, 22 Agustus 1970). Operasi dari pukul tiga pagi sampai pukul empat seperempat sore itu menelan nyawa 83 orang.

Operasi demi operasi Westerling terus menjumpai kebandelan penduduk. Dan 'upacara' mengambil seorang dari penduduk yang telah dikumpulkan, lalu memintanya menunjukkan yang mana 'kaum ektremis', selalu makan korban. Seorang atau dua orang yang dicomot biasanya tetap membisu. Dan maut pun datang. Kalau sudah begitu, baru ada yang menunjuk-nunjuk, entah yang ditunjuknya benar pejuang atau bukan.

Dalam buku Willem Ijzereef itu pula dibandingkan jumlah korban di Sulawesi Selatan menurut Westerling dan menurut pihak militer Belanda sendiri, selama 11 Desember 1946 sampai dengan 5 Maret 1947. Operasi militer sampai dengan 17 Februari menurut Westerling ia hanya membunuh 350 orang. Sementara itu, pihak militer Belanda sendiri mencatat korban Westerling sampai hari itu sekitar 1.000 orang.

Teror kemudian diteruskan ke Parepare, Mandar, dan Bantaeng. Di tiga daerah ini dikabarkan hampir 700 orang kena bantai. Jumlah itu semua belum termasuk korban yang oleh Westerling disebut "perampok" yakni sekitar 2.660 orang. Lalu mereka yang tak sempat menyelamatkan diri ketika kampung dibakar, lebih dari 550 orang. Dengan data yang dikemukakan Ijzereef, secara kasar korban Westerling sekitar 5.000 orang.

Berbagai versi jumlah korban
Menurut De Jong, jumlah korban sesungguhnya, jika ingin mencoba obyektif memandang sejarah bukanlah 40 ribu melainkan 4 ribu orang. Adapun angka 40.000 yang populer itu, menurut Sekretaris Corps Hasanuddin yang diwawancarai Harian Ekspres pada tahun 1970 itu berawal pada peringatan korban teror Westerling di Yogyakarta, 1949, Kahar Muzakkar berpidato di Kepatihan Yogyakarta, di hadapan Presiden Soekarno. Di situlah angka 40.000 mulai disebut-sebut. (Tempo, 12/12/1987)

Tak pernah ada angka pasti tentang jumlah korban yang jatuh. Angka-angka itu terus jadi misteri, sebuah sengkarut.

Satu hal yang pasti, di Makassar sebuah jalan diberi nama Jalan Korban 40.000 Jiwa dan di sana dibangun sebuah monumen 'peti mati' untuk mengenang tragedi itu. Monumen itu memang berbentuk peti mati berukuran 6 x 6 x 12 meter dengan bagian ujungnya agak mengecil. Peti mati itu diusung beberapa patung lelaki di atas kolam yang diibaratkan rawa-rawa. Sebelum Monumen itu dibangun di sana, di tempat pembantaian itu, memang ada rawa-rawa yang kemudian ditimbun. Tepat 28 tahun setelah pistol-pistol anak-buah Westerling membunuh rakyat di tempat itu, 11 Desember 1974, Walikota Makassar, M Patompo meresmikan monumen itu. (Tempo, 11/01/1975)

Oleh Pemerintah Kota Makassar, Monumen Korban 40.000 Jiwa (sering juga disebut Monumen 11 Desember) kini dijadikan salah satu obyek wisata sejarah dan budaya. Namun meskipun telah ditetapkan sebagai obyek wisata, tempat itu tak pernah ramai dikunjungi. Banyak orang yang tinggal di sekitar monumen itu bahkan tak lagi tahu mengapa ada bangunan seperti itu di sana—seperti juga mengapa nama jalan yang menjadi alamat rumah mereka Jalan Korban 40 Ribu Jiwa.

Setelah 60 bulan Desember berlalu, tampaknya orang-orang tak lagi peduli dan tak mau tahu tragedi pembantaian Westerling itu.

Friday, November 25, 2011

Israel dan Anteknya menjadikan Iran Negara Islam sasaran selanjutnya ???

Obama Izinkan Iran Miliki Nuklir

Angin segar terhembus bagi hubungan Iran dan Amerika serikat (AS), ini ditandai dengan pernyataan Obama yang mengatakan bahwa Iran berhak memiliki energi nuklir. Hal itu terlontar saat BBC mewawancarai Obama terkait tentang pengembangan nuklir Iran. “tanpa melihat hal yang spesifik, apa yang saya yakini adalah Iran memiliki urusan yang sah soal energi, aspirasi yang sah. disisi lain, komunitas internasional pun memiliki kepentingan yang sangat nyata dalam mencegah perlombaan senjata di kawasan”. Ucap Obama saat diwawancarai oleh BBC.

Ini merupakan angin segar bagi tahap rekonsiliasi atas hubungan AS dan Iran yang sebelumnya memanas terutama pada masa pemerintahan Bush. Bush menuduh Iran sebagai poros setan bersama Korut yang dengan semena-mena mengembangkan energi nuklir terutama untuk senjata. Dan ini merupakan janji Obama saat kampanye Pilpres AS tahun lalu yang berjanji akan memperbaiki hubungan kedua negara itu. Izin Obama terhadap Iran ini bukan tanpa syarat, Iran harus benar-benar membuktikan kalau energi nuklirnya itu dikembangkan untuk tujuan damai dan bukan untuk senjata pemusnah masal yang ditakuti banyak kalangan terutama barat.

Walaupun perang dingin telah usai, tetapi saat ini banyak negara yang berlomba-lomba untuk memodernisasi dan mengembangkan kapabilitas militernya guna menjaga kedaulatan tiap negara masing-masing dari ancaman yang datang dari luar dan dari dalam terutama ancaman akan serangan teroris yang mengemuka pasca kejadian 9/11 di AS. Arm race, rasanya kata yang tepat untuk menggambarkan dinamika mileterisme dunia, ini yang menjadi ketakutan banyak pihak jika perlombaan senjata itu nantinya berujung pada adu kekuatan antar negara.

Ini dijadikan konsep untuk “jaga diri”. Terkait pernyataan Obama diatas, maka dapat disimpulkan bahwa energi yang berasal dai nuklir itu jika dipergunakan untuk tujuan damai maka setiap negara berhak untuk memilikinya dan pengembangkannya. Beda hal dengan tindakan Korut yang saat ini sedang mengembangkan energi nuklirnya dan sudah memiliki energi nuklir, yang dipergunakan untuk militer dan senjata. Ini dilakukannya untuk menunjukkan jati diri Korut dan harga diri Korut yang terkucilkan agar makin diperhitungkan di dunia internasional.

Lantas bagaimana dengan Indonesia?, negara yang memiliki ribuan pulau dan sangat rentan akan serangan fisik dari dalam dan dari luar negeri. Ambalat contohnya, semangat yang berkobar untuk menabu genderang perang sudah tidak diragukan lagi tetapi apakah militer kita sanggup untuk menjadi kendaraan jika terjadi perang? dan sudahkah kita merasakan energi nuklir untuk energi listrik dan lainnya yang dikembangkan bangsa ini?

Iran Akan diserang Israel:

foto

Kepala Intelijen Inggris memperingatkan bahwa Israel akan melancarkan aksi militer untuk mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir sekitar Natal.

Sebuah laporan pengawas PBB tentang ambisi nuklir Iran telah mendiskreditkan Iran yang mengaku tak bersalah, menurut Menteri Luar Negeri Inggris William Hague.

Badan Energi Atom Internasional menemukan bahwa Iran sedang mengembangkan fasilitas uji coba nuklir, detonator nuklir, dan program komputer untuk hulu ledak nuklir yang cocok dengan rudal yang ada.

Sumber-sumber mengatakan pemahaman pejabat pemerintah Inggris adalah bahwa Israel akan berusaha untuk menyerang situs nuklir itu secepatnya dengan dukungan logistik dari Amerika Serikat.

Seorang tokoh senior Kementerian Luar Negeri Inggris mengungkapkan bahwa menteri telah diberitahu untuk mengantisipasi aksi militer Israel. "Kami memperkirakan terjadi sekitar Natal atau awal tahun depan," tambahnya.

Para pejabat Inggris percaya Presiden Barack Obama akan mendukung Israel atau menghadapi risiko kehilangan dukungan Yahudi-Amerika dalam pemilihan presiden berikutnya.

Dalam beberapa pekan terakhir, sumber Kementerian Pertahanan membenarkan bahwa rencana kontinjensi telah dibuat dalam hal Inggris memutuskan untuk mendukung aksi militer.

Tapi sumber itu mengesampingkan dukungan Inggris langsung. "Tentu saja kami tidak mendukung pengembangan bom Iran, namun apakah kami mengira mereka akan menggunakannya, tidak," ujarnya.

"Kekhawatiran lebih besar adalah tidak mungkin untuk menghentikan Arab Saudi dan Turki untuk mengembangkan senjata mereka sendiri."

Hague mengatakan akan mendorong lebih banyak sanksi terhadap Teheran ketika komite IAEA bertemu akhir bulan ini.

Sementara itu, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad bersumpah tidak akan mundur sedikit pun dari program nuklirnya.


Seluruh Rakyat Iran bersatu melawan Israel dengan kroni-kronimua:

Timur Tengah masih memanas gara-gara provokasi Israel dan sekutunya yang ingin menyerang Iran terkait fasilitas nuklir negara itu. Mantan presiden Iran, Mohammad Khatami, mengatakan bilamana itu benar maka Israel cs bakal menghadapi seluruh warga Iran bersatu padu.

"Seandainya benar akan terjadi intervensi militer di Iran, maka seluruh faksi termasuk yang reformis maupun non reformis akan bersatu dan berperang bersama," kata Khatami yang sebetulnya pengkritik setia kebijakan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad.

Ia menambahkan, tak percaya dengan laporan Badan Atom Internasional yang mengklaim Iran teknologi nuklir Iran menuju ke teknologi militer. "Klaim itu sungguh ide yang buruk dan itu skenario sengaja untuk meningkatkan tekanan pada Iran," kata dia.

Tekanan demi tekanan atas Iran membuat warganya mulai melakukan aksi. Semisal sejumlah mahasiswa yang merencanakan membuat rantai manusia di sekeliling fasilitas pengayaan uranium Isfahan, demikian dilaporkan Fars.

"Demonstrasi ini memperlihatkan kalau generasi muda Iran rela mengorbankan jiwa mereka jika diserang Israel," demikian para pendemo.

Hang tuah bukan orang Melayu



Dalam sejarah orang Melayu, Hang Tuah itu anaknya Hang Mahmud dan Dang Merduwati dari komuniti Orang Laut Bintan, satu daripada suku kaum Orang Melayu Asli, nenek-moyang kepada orang Melayu Deutero (Melayu "Melayu").

Ayah Hang Tuah itu batin Orang Laut Bintan, dan seorang panglima perang Sultan Iskandar Syah, sultan Melaka yang pertama (baginda yang bergelar Parameswara atau Permaisura sebelum beragama Islam). Hang Mahmud terlibat dalam pembukaan negeri Melaka oleh Sultan Iskandar, yang sebelum itu bersemayam di Kelang, Palembang, Singapura dan Muar, sebagai maharaja empayar Srwijaya.

Hang Mahmud, selain berdarah Orang Laut Bintan, juga berdarah Orang Laut Sulawesi, iaitu Orang Bugis.........!

Keluarga Kerajaan Bugis selalu berdagang dengan keluarga Kerajaan Sriwijaya, dan putera raja Bugis kawin dengan Orang Laut Bintan, yang memimpin angkatan laut Sriwijaya dan Melaka. Jadi, Hang Tuah melalui bapanya berdarah raja Bugis. Begitu juga sahabat karibnya Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir dan Hang Lekiu. Semuanya Anak Saudara Hang Mahmud..

Tapi Hang Tuah itu bukan Asli Melayu..

Sejarah Melayu’ edisi W.G. Shellabear penerbitan Malaya Publishing House Ltd. Singapore halaman 123-131, menyatakan tentang Tun Perpatih Putih

utusan Sultan Mansur Shyh ke negeri China dengan membawa 500 orang dayang . Salah satunya Puteri Hang Li Po

Hang Tuah adalah anak cucu kepada keturunan rombongan puteri Hang Li Po ..

Tetapi berganti nama menjadi Hang Tuah karena memeluk agama Islam dan berbakti kepada Sultan Melaka.

Hang Tuah = Hang Too Ah
Hang Jebat = Hang Jee Fatt,
Hang Lekir = Hang Lee Ker
Hang Lekiu = Hang Lee Kiew

Paparan tersebut diatas adalah salah satu cara orang barat merendahkan jiwa patriotik bangsa melayu;bila ada yang penasaran tolong dibaca :Sejarah Melayu’ edisi W.G. Shellabear penerbitan Malaya Publishing House Ltd. Singapore halaman 123-131.